Sejumlah laporan dari penduduk lokal menyatakan pemerintah Komunis China menyita Al-Qur'an dan sajadah

Tentara China di Xinjiang (AFP foto)
Pihak berwenang Xinjiang, China, meminta masyarakat etnis minoritas menyerahkan barang-barang keagamaan.

Kaum minoritas sebagian besar merupakan Muslim dari etnis Uighur, Muslim Kazakh dan Kyrgyz.

Para pejabat mengancam hukuman berat jika barang-barang keagamaan ditemukan kemudian hari, dilansir dari Radio Free Asia.

Pejabat di tingkat desa, kabupaten, dan kota menyita semua Qur'an dan sajadah untuk shalat", ujar seorang sumber di prefektur Altay, dekat perbatasan Kazakhstan, Rabu (27/9)

Dilxat Raxit, juru bicara Kongres Uighur Dunia, menyebut penyitaan ini telah terjadi di Kashgar, Hotan dan beberapa wilayah lain.

"Kami menerima berita bahwa etnis Uighur harus menyerahkan barang-barang yang berhubungan dengan Islam dari rumah mereka, termasuk Qur'an dan hal lain yang mengandung simbol agama", ujar Raxit. Termasuk simbol bulan dan bintang yang populer bagi umat Islam.

"Barang-barang harus diserahkan secara sukarela, jika tidak diserahkan dan ditemukan kemudian hari, maka akan ada hukuman keras", jelasnya.

Menurut Raxit, pengumuman juga disebar oleh polisi melalui media sosial WeChat yang popular di sana.

Awal tahun lalu, pihak berwenang Xinjiang mulai menyita Qur'an yang diterbitkan lebih dari lima tahun lalu karena dianggap memiliki "kandungan ekstremis".

Al-Qura'n menjadi salah satu bagian kampanye "Three Illegal and One Item" yang sedang berlangsung di Xinjiang.

Kampanye ini melarang materi publikasi, kegiatan keagamaan, dan pengajaran agama "ilegal".

Pihak otoritas pun menyasar barang-barang yang dianggap sebagai alat terorisme, seperti pisau, benda yang mudah terbakar, mainan kendali jarak jauh, dan benda-benda bersimbol Islam.

Seorang sumber asal Kazakh mengaku, penyitaan pertama Qur'an dan barang-barang keagamaan lainnya tidak berjalan efektif, sehingga pihak berwenang meningkatkan tekanan ke tiap rumah tangga dengan menjadikannya program wajib.

Penyitaan ini menargetkan etnis Uighur dan diperluas ke populasi etnis Kazakh.

Saat ini, setiap produk dari negara Kazakhstan, atau yang memiliki bahasa serta simbol Kazakh juga dilarang, menurut beberapa sumber.

Informasi ini “bocor” dari kepolisian prefektur Changji.

"Setiap barang yang memuat tulisan atau jejak Kazakhstan lainnya, termasuk rambu jalan, grafiti, hiasan toko, barang seni, kerajinan, kaos dan sebagainya harus segera diselidiki. dan laporan terperinci dibuat ke otoritas yang lebih tinggi pada tanggal 25 September", menurut sebuah pemberitahuan.

"Ada pembatasan penjualan produk dan bahan makanan dari Kazakhstan, termasuk mie, produk organik dan susu kuda", ujar sumber
Kazakh lain.

"Mereka (red: otoritas China) tidak akan membiarkan penjualan barang-barang dari Kazakhstan."

Belum ada konfirmasi resmi dari polisi Altay mengenai laporan tersebut.

Pemerintah China juga mengeluarkan perintah pada warga Kazakh di beberapa bagian Xinjiang agar menyerahkan paspor dan kartu hijau mereka.

Puluhan warga Kazakh ditahan, termasuk yang baru kembali dari studi di luar negeri atau kunjungan keluarga ke Kazakhstan. Mereka dikirim untuk "re-edukasi" (karantina) dalam jangka waktu yang tidak terbatas, menurut sumber.

Terdapat sekitar 1,5 juta orang etnis Kazakh di China, Mayoritas terkonsentrasi di dan sekitar Prefektur Otonomi Kazakhstan dekat perbatasan Kazakhstan.

China sebelumnya menyambut orang-orang Kazakh yang ingin pindah dari negaranya, dengan jumlah mencapai 38.000 jiwa pada 2006
.

China membantah
Sementara itu otoritas Komunis Beijing membantah laporan sweeping Al-Qur'an, dan menyebutnya "rumor tanpa dasar".

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang kepada wartawan mengatakan bahwa situasi di Xinjiang "normal" dimana "warga bekerja dan hidup dengan damai".

"Kami berharap pihak-pihak terkait menahan diri agar tidak membuat tuduhan dan rumor tanpa dasar", katanya.

Meski demikian, kondisi Xinjiang masih diterapkan keamanan secara ketat sejak tahun lalu.
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.