"Orang-orang Rohingya ini adalah kelompok teroris. Mereka telah membantai biksu Buddha kita di Myanmar", ujar biksu Akmeemana Dayarathne

Massa dipimpin para biksu merusak tempat penampungan Rohingya
Biksu radikal Sri Lanka dan nasionalis garis keras memaksa pergi 31 pengungsi Muslim Rohingya. Mereka tengah ditampung sebuah rumah tampung milik PBB di ibukota Kolombo, Selasa (26/9).

Para pengungsi, tertangkap April lalu bersama dua tersangka penyelundup India dalam sebuah kapal di perairan Sri Lanka.

Mereka dibawa ke tahanan dan kemudian dikarantina ke pusat penahanan di luar kota Kolombo, menurut juru bicara polisi Ruwan Gunasekara.

Sementara serbuan yang dilakukan massa Buddha dipicu oleh sikap anti Rohingya dan rasa solidaritas dengan Buddha Myanmar.

Sebuah siaran langsung di halaman Facebook 'Sinhale Jathika Balamuluwa', kelompok Buddha nasionalis, memperlihatkan para biksu dan ratusan massa menyerbu rumah tampung sambil bernyanyi yel-yel: "jangan biarkan teroris masuk ke negara ini"

"Orang-orang Rohingya ini adalah kelompok teroris. Mereka telah membantai biksu Buddha kita di Myanmar", ujar Akmeemana Dayarathne dalam orasinya, seorang biksu yang memimpin demonstrasi.

Video live menunjukkan massa Buddha melempari rumah penampungan dengan batu.

"Pergi kalian dari negara ini", ujar seorang laki-laki yang ikut menyerbu, meminta Rohingya tak menginjakkan kakinya ke Sri Lanka.

Kelompok pengungsi ini melarikan diri dari Myanmar tahun 2012 dan mencapai India sebagai pengungsi selama lima tahun.

Mereka mencoba bermigrasi secara ilegal ke negara lain namun akhirnya tertangkap di perairan Sri Lanka, dikutip oleh sumber Reuters.

Pengadilan setempat menyerahkan kasus ke Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC). Sejauh ini pejabat UNHCR belum memberikan komentar. (Reuters/Facebook)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.