Pemerintah wilayah Xinjiang, Cina, kembali melakukan usaha mencegah muslim Uighur berpuasa Ramadhan.

Menurut sumber setempat, pemerintah menerjunkan kader Partai Komunis di rumah-rumah keluarga Muslim.

Pemda perfektur Hotan meluncurkan kampanye "Together in Five Things" selama Ramadhan.

Pejabat China akan tinggal di rumah-rumah masyarakat untuk memastikan mereka tidak melakukan puasa ataupun sholat. Mereka akan tinggal bersama, kerja bersama, dan makan bersama selama 15 hari.

Hal ini dikonfirmasi oleh pejabat dari Hotan melalui media Hak Asasi, Radio Free Asia.

"Pertama, mereka akan memastikan tidak ada praktik keagamaan (tidak sah). Kedua, mereka akan mengamati (keluarga). Tapi saya tidak tahu rincian lain", ujarnya.

Seorang petani di daerah Qaraqash (Moyu), Hotan, berkata bahwa kader partai sudah mendatangi desanya sejak sehari sebelum Ramadhan.

"Terdapat kader dari berbagai organ pemerintahan, termasuk dari (ibu kota Xinjiang) Urumqi, dan tempat-tempat lain... Mereka akan berada di sini selama 15 hari dan terus-menerus menyuruh kami agar tidak berpuasa. Tidak mungkin bagi kita berpuasa atau sholat", keluhnya.

Polisi wilayah Hotan berdalih, kampanye ini dilakukan untuk lebih "mengenal masyarakat".

"Ini untuk menjaga kedekatan dengan masyarakat. Selama periode ini, mereka (pejabat) akan mengenal kehidupan masyarakat, membantu kegiatan sehari-hari mereka, seperti bertani, dan menyosialisasikan undang-undang serta peraturan terkait kebijakan etnik dan agama oleh partai (Komunis) maupun pemerintah, dan lainnya", tuturnya,

Sebelum ini, pemerintah China telah memaksa restoran setempat agar terus buka selama bulan Ramadhan.

Sementara siswa di wilayah Qaraqash, Hotan, diperintahkan berkumpul pada hari Jumat untuk "belajar secara kolektif, menonton film merah (propaganda komunis), dan melakukan kegiatan olahraga".

Hal ini dilaksanakan dengan dalih "memperkaya kehidupan sosial selama liburan musim panas".

Pihak berwenang juga memaksa kader, pegawai negeri dan pensiunan pemerintah dari etnis Uighur menandatangani dokumen perjanjian tidak berpuasa atau shalat selama bulan Ramadhan, seolah-olah ingin memberi contoh kepada masyarakat lainnya. (http://www.rfa.org/)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.