Komite Negosiasi Tinggi (HNC), salah satu kelompok utama oposisi Suriah, mengkritik rencana karena "tidak jelas dan tidak sah"


Peta zona aman versi Rusia
Kesepakatan mendirikan Zona Aman Suriah mulai berlaku pada Jumat (5/5). Namun, efektifitas zona diperkirakan membutuhkan satu bulan untuk diterapkan.

Rencana tersebut disepakati oleh Rusia, Turki, dan Iran dalam perundingan Astana, Kazakhstan, pada Kamis (4/5).

Namun, kesepakatan zona aman belum ditandatangani oleh pemerintah Assad maupun oposisi.

Oposisi mengkritik keras campur tangan Iran sebagai penjamin kesepakatan.

Sementara, pemerintah Assad bersikeras akan memerangi "terorisme" dimanapun berada. Rezim secara sepihak menganggap hampir semua penentangnya sebagai "teroris".

Empat zona aman akan didirikan untuk memberi perlindungan bagi ratusan ribu warga sipil Suriah dan mendorong para pengungsi kembali, menurut pejabat militer Rusia.

Al-Jazeera melaporkan, kementerian pertahanan Rusia telah menetapkan beberapa rincian yang akan dibuat selanjutnya, termasuk membuat peta spesifik zona, menetapkan koordinat, dan menyiapkan jalur penyangga serta pos pemeriksaan yang memungkinkan warga sipil bebas bergerak dan akses bantuan kemanusiaan.

Rencana ini belum sepenuhnya dipublikasikan. Nantinya, semua pesawat akan dilarang terbang melintasi zona aman.

Menurut laporan media, rencana tersebut masih memungkinkan Rusia, Turki dan Iran memerangi ISIS serta kelompok-kelompok afiliasi al-Qaeda lainnya, meski berada di zona aman.

AS juga memberikan respon terhadap rencana Zona Aman. Salah satu zona berdekatan dengan pangkalan militer koalisi pimpinan AS.

Juru bicara Pentagon Jeff Davis mengatakan, militer AS "tidak akan mengubah misi dengan cara apapun".

"Zona aman ini, seperti yang saya lihat di peta, berada di Suriah Barat dan tidak di daerah tempat ISIS aktif", katanya.

"Operasi kami difokuskan pada ISIS, yang berada jauh di timur", lanjutnya.

Komite Negosiasi Tinggi (HNC), salah satu kelompok utama oposisi Suriah, mengkritik rencana karena "tidak jelas dan tidak sah".

Mohammed Rasheed, juru bicara kelompok pemberontak Jaish al-Nasr, menyebut Rusia "hanya bermain game politik".

Ia mengungkapkan, oposisi meragukan pemerintah Rusia atau Assad dari berhenti menyerang daerah oposisi setelah kesepakatan diberlakukan. (Al-Jazeera)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.