Kapolri juga menyebut aksi hari Jum'at tak perlu dilakukan karena bisa mengganggu

Detikcom
Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta GNPF melakukan aksi 5 Mei dengan tertib. Aksi juga diminta tidak boleh menekan hakim sidang kasus dugaan penodaan agama.

"Sebetulnya itu saya pikir itu tidak perlu ya demo ataupun aksi dengan jumlah yang cukup besar karena itu akan mengganggu ketertiban publik meskipun unjuk rasa itu diperbolehkan sebagai bagian dari negara demokrasi dan dilindungi oleh undang-undang", kata Jenderal Tito di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (3/5), dikutip Detikcom.

"Yang paling penting demo ini untuk menyampaikan unjuk rasa bukan juga melakukan tekanan kepada hakim", imbuhnya.

Menurut Tito, hakim akan mengambil keputusan berdasarkan dua alat bukti. Karena itu, Polri siap mengamankan aksi massa dalam putusan sidang tersebut pada 9 Mei mendatang.

"Sekalian pertanggungjawaban memutus kepada Tuhan Yang Maha Esa, salah benar kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kami Polri akan memberikan pelayanan keamanan sepanjang dilakukan dengan tertib dan jaminan kepada hakim mekanisme persidangan tanggal 9 Mei nanti", ujarnya.

Selain itu, masyarakat diminta tidak terpancing mengikuti aksi 5 Mei. Sebab, jika masyarakat di daerah turut datang ke Jakarta, maka ini bisa mengganggu ketertiban umum.

"Saya mengimbau silakan nyatakan pendapat lakukan dengan tertib. Saya pikir yang tidak berkepentingan tidak perlu juga berbondong-bondong datang karena akan mengganggu ketertiban publik mengganggu jalan", tutupnya.

GNPF MUI berencana mendatangi gedung Mahkamah Agung (MA) dalam aksi 5 Mei nanti.

Massa akan meminta independensi hakim jelang vonis perkara penistaan agama dengan terdakwa Basuki alias Ahok.

Tim advokasi GNPF, Kapitra Ampera mengaku kecewa atas tuntutan jaksa dalam kasus tersebut. Menurutnya, keputusan jaksa tersebut tak mewakili tuntutan umat Islam.

"Kami sangat menyesali tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang tidak mewakili umat Islam yang tergabung dalam aksi 212", ucap Kapitra di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (2/5). (Detikcom)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.