Aggota WHI dari berbagai daerah antara lain Bandung, Jakarta, Aceh, Cirebon, Sumedang, Yogyakarta, Surabaya dan Papua

Aksi White Helmets Indonesia di Ciwedei
1. Apa itu White Helmet Indonesia?

White Helmets Indonesia (WHI) adalah lembaga kemanusiaan yang terinspirasi dari Syria Civil Defense (SCD) atau Pertahanan Sipil Suriah. Mereka dikenal dengan julukan 'White Helmets' karena dalam tugasnya selalu mengenakan helm putih.

SCD mempunyai motto yang diambil dari penggalan Al-Maidah ayat 32:
"Menyelamatkan satu nyawa seperti menyelamatkan kehidupan semua manusia"

Terinspirasi oleh SCD, berdirilah "White Helmets Indonesia", atau 'White Helmet' nya Indonesia. Ini adalah gerakan yang baru dan segar untuk menampung hasrat para pemuda membantu sesama.

2. Kapan dibentuknya?

WHI dibentuk pada tanggal 1 April 2017 di Bandung berdasarkan SK pembentukan badan otonom yayasan Golden Future sebagai pelaksana tugas menjalankan program bantuan sosial dan kemanusiaan

3. Siapa penggagasnya?

Penggagasnya adalah sekelompok anak-anak muda yang selama ini aktif mengampanyekan bantuan kemanusiaan Indonesia, Suriah, Rohingya, Dan Pattani di dunia maya, mereka sudah sangat sering membagikan video White Helmets Suriah (SCD).

4. Ketuanya?

Ketua WHI adalah seorang zuriyat (keluarga) Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam. Habib Malikul Amin Jamalulail

5. Dimana markasnya? Sudah punya situs internet?

Markas WHI ada di kota Bandung. Di daerah Riung-Gede Bage. Situs internetnya dan sarana publikasi serta komunikasinya baru dibangun masih versi beta di:
- www.whitehelmetsindonesia.org
- FB: White Helmets Indonesia
- Instagram: @whitehelmets.indonesia
- Twitter : @whitehelmetIND

6. Berapa orang anggotanya?

Untuk sementara yang aktif ada 13 orang. Mereka dari berbagai daerah antara lain Bandung, Jakarta, Aceh, Cirebon, Sumedang, Yogyakarta, Surabaya dan Papua

7. Kenapa memakai nama White Helmets Indonesia, supaya mirip White Helmets di Suriah?

WHI mengagumi dan sangat terinspirasi dengan keberanian kru White Helmets di Suriah (SCD). Saat terjadi serangan udara di daerah pemukiman oleh rezim Assad, Rusia atau pemilik pesawat tempur lain, SCD selalu berusaha paling pertama tiba di TKP.  Bahkan ratusan relawannya turut jadi korban karena seringnya terjadi double tap alias serangan susulan yang menargetkan regu penyelamat.

Bahkan, jika ada korban yang belum ditemukan, mereka akan terus bekerja hingga semalam suntuk atau berhari-hari membongkar reruntuhan bangunan sedikit demi sedikit. Mereka selalu menjadi kru kemanusiaan terakhir yang pulang dari puing-puing kehancuran.

Karena keberanian ini, SCD seizin Allah telah menolong sekira 99 ribu orang, menurut ketuanya, Raed Saleh.

Selain misi evakuasi, SCD juga merambah berbagai kegiatan sosial di Suriah. Bisa dibilang, inilah tim kemanusiaan paling multifungsi.

Diantara kegiatam mereka selain paramedis, ada juga bagian dokumentasi aksi, trauma healing, bahkan personelnya ada yang mau menjadi badut untuk menghibur anak-anak Suriah korban perang. Yang paling keren, 24 jam mereka selalu memantau lalu lintas komunikasi radio.

Tujuannya mengetahui adanya perintah serangan udara sehingga korban sipil bisa diminimalisir.

Karena itulah, WHI ingin memiliki aksi kemanusiaan komprehensif seperti SCD. Alhamdulillah kami sudah membangun tim tanggap bencana. Tim pemfilman aksi-aksi kemanusiaan. Merencakan pembelian peralatan penunjang seperti ambulance dan sebagainya.

Tapi, WHI berbeda dengan SCD yang sementara ini hanya beroperasi secara lokal Suriah. Tujuan kami membawa nama Indonesia pada tiap isu besar umat Islam dunia atau masalah kemanusiaan internasional lainnya.

8. Apa misi-misi di Indonesia?

Tanggap bencana dan trauma healing. Pemberdayaan masyarakat di pedalaman. Layanan ambulans yang dimulai dari Bandung. Bantuan kesehatan untuk pasien sakit parah yang kurang mampu. Serta yang paling penting adalah kaderisasi kaum muda agar punya kepedulian dan mau bergerak aktif dalam masalah kemanusiaan.

Sekarang banyak pemikir memberikan ide dan mau menyumbang uang. Tetapi orang kreatif yang mau bergerak langsung di lapangan itu jarang. Yang lebih sulit lagi menemukan 'right man on the right place'.

Tak jarang bantuan kemanusiaan mubazir karena kurangnya verifikasi lapangan dalam menjalankan program sesuai masalah. WHI mempunyai misi antara lain membenahi kelemahan-kelemahan di atas

9. Dananya dari mana?

Dananya dari penggalangan via online dan titipan dari NGO mitra untuk dieksekusi oleh WHI di lapangan

10. Kemana saja akan disalurkan dan digunakan?

Di Indonesia, Suriah, Rohingya, lalu kamp-kamp di Yordania, Turki serta tempat lainnya dimana banyak anak-anak, wanita, serta orang jompo menjadi pengungsi, kelaparan atau diabaikan.

Tapi WHI hanya akan menggunakan dana bantuan untuk orang-orang yang butuh dibantu, bukan ingin dibantu. Mencari orang yang ingin dibantu itu mudah, tapi menemukan yang butuh dibantu perlu kerja lebih teliti.

Misalnya di Suriah, WHI segera menghidupkan program merawat para manula yang tak memiliki keluarga karena perang. Mereka bukan hanya butuh dibantu, tapi memang harus dibantu.

11. Berapa dana yang telah terkumpul di masyarakat?

WHI baru memiliki rekening lembaga April lalu, jadi dana yang masuk belum banyak. Tapi respons  masyarakat Alhamdulillah di luar perkiraan, sangat banyak calon donatur yang bertanya tentang kami.

12. Apakah telah terdaftar di Kemensos (berkaca dari kasus Cak Budi)?

Alhamdulillah Yayasan Induk WHI, yaitu Golden Future, sudah terdaftar di Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan di kota Bandung per April 2017.

13. Apakah ada transparansi donasi dari masyarakat?

Insya Allah, pasti. Semua pengeluaran dan pemasukan akan dibuka rinci.

14. Banyak berita sumir yang beredar, WHI terafiliasi dengan FSA dan militan Suriah lainnya, ada bantahan?

Tuduhan ini berasal dari cocoklogi yang tidak berdasar. Mereka membuat analisa tidak kredibel dengan modal foto sosok tertentu untuk menjelekkan White Helmet Suriah (SCD) sebagai "teroris".

Dalam penalaran berbalut kedengkian itu, WHI ikut dijelekkan, dituduh akan "mengimpor perang Suriah" ke Indonesia. Padahal kelompok para penuduh itu yang malah terang-terangan mengancam "Apa perlu saya pindahkan konflik Irak ke Indonesia ?".

Sedangkan para anggota WHI sejak dulu mengkampanyekan Indonesia yang damai, Aman dan tenteram, Berkaca dari konflik Suriah yang menghancurkan negara itu

Lagipula apa dasar mereka menuduh begitu?

Apa NGO Perancis, Médecins Sans Frontières (MSF) bakal dituding mengimpor perang ke berbagai negara? MSF itu 'gila' kalau buat RS di daerah oposisi Suriah. Mereka pilih di bibir konflik paling depan, dimana hujan bom berjatuhan. Sehingga korban sipil paling ramai.

Meluruskan tuduhan pada SCD. Di Idlib, SCD juga bekerja bersama Syrian Arab Red Crescent (SARC) atau Bulan Sabit Merah Suriah. Kami punya dokumentasinya. Uniknya, SARC ini lembaga kemanusiaan yang resmi diakui oleh pemerintahan Assad.

Daripada haters menyerang kami dengan tuduhan fitnah penambah dosa, hendaknya mereka protes dulu ke rezim Assad yang membiarkan SARC bekerja bersama SCD. Kan katanya SCD terkait "grup teroris" dan "milisi pemberontak", kok malah nongkrong bareng lembaga kemanusiaan resmi Suriah?

Kemudian, tuduhan WHI terkait FSA gara-gara ada pentolannya pernah masuk ke Suriah untuk misi kemanusiaan, ini lebih tidak masuk akal.

Zaman AS menyerang Afghanistan, ada lembaga kemanusiaan namanya Mer-C yang merawat milisi Taliban. Ketua timnya, dr. Joserizal Jurnalis, bahkan memuji Taliban. Padahal saat itu, oleh Bush, Taliban dituduh sebagai "sponsor teroris" atau melindungi Osama bin Laden.

"Jujur saja saya sangat kagum kepada orang-orang Afghan. Mereka tawakal dan hanya bergantung pada Allah. Mereka miskin, susah, punya alam gersang yang dibom setiap hari. Banyak ulama dan pemimpin Taliban yang zuhud dan hidup bersahaja", kata pak Jose (Suara Merdeka, September 2003).

Tim Jose dilaporkan beroperasi di Kandahar, ini kota jantung Taliban dan ada Al-Qaedanya juga yang diincar AS.

Kenyataannya, misi Mer-C di sana tidak kena tuduh macam-macam. Tidak ada yang menuding mereka terkait milisi bersenjata.

Karena itulah, orang-orang yang menuduh WHI afiliasi FSA ini apa dalil hukumnya?

Sumber: Humas WHI
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.