Seruan boikot terhadap bisnis Muslim kerap disampaikan Wirathu dalam khotbahnya kepada umat Buddha

Biksu Buddha Myanmar Ashin Wirathu (Reuters)
Biksu Buddha Myanmar Wirathu sambangi Negara Bagian Rakhine, menurut Kolonel Polisi Nyan Win Oo dari kepolisian distrik Maungdaw pada Rabu (3/5).

Rakhine adalah rumah bagi kaum minoritas Muslim Rohingya. Sementara Wirathu terkenal akan sikap anti-Muslimnya.

Tak heran, hal ini tentu memicu kekhawatiran munculnya ketegangan agama di wilayah tersebut.

Karenanya polisi akan memberikan keamanan bagi biksu tersebut, menurut Nyan Win Oo. Ia sendiri mengaku tidak mengetahui alasan sebenarnya kunjungan Wirathu.

“Dia akan pergi ke desa-desa etnis dan akan berada di sini selama dua atau tiga hari”, ujarnya.

Baru-baru ini tersebar kabar mengenai tindakan keras militer Myanmar terhadap etnis Rohingya.

Diperkirakan 75.000 orang Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh, menghindari pasukan keamanan.

Rohingya tidak dianggap sebagai salah satu kelompok etnis asli Myanmar sehingga status kewarganegaraannya ditolak.

Etnis Muslim ini dianggap imigran ilegal dari Bangladesh.

TENTANG WIRATHU
Wirathu pernah dipenjara oleh rezim militer Myanmar. Ia jadi terkenal saat negara tersebut memulai transisi menuju demokrasi di tahun 2011, dengan membuka ketegangan etnis dan agama yang telah lama ditekan.

Bentrokan antara Rohingya dan Buddha Rakhine pada tahun 2012 membuat sekitar 140.000 orang terpaksa mengungsi, mayoritas berasal dari minoritas Muslim.

Seruan boikot terhadap bisnis Muslim kerap disampaikan Wirathu dalam khotbahnya kepada umat Buddha. Begitu juga dengan larangan perkawinan lintas agama.

Meskipun otoritas keagamaan tertinggi Myanmar telah melarangnya berkhotba Maret lalu, ia masih punya nyali berkelana keliling negeri.

Sebagai reaksi atas pembungkamannya, Wirathu juga memposting foto-foto online dirinya dengan mulut yang ditempel.

Meskipun konflik di Rakhine utara dalam beberapa pekan terakhir mereda, namun ketegangan tetap tinggi dan warga Rohingya masih takut bepergian ke luar desa.

Para tetua segera berkumpul setelah mendengar kabar kunjungan Wirathu.

Mereka bersepakat melayangkan peringatan melalui jaringan keagamaan, menurut seorang pemimpin komunitas Muslim di Rakhine utara.

“Kami khawatir dengan perjalanannya karena dia selalu menyebar kebencian terhadap umat Islam”, ujar sumber.

“Kami juga mengingatkan orang-orang untuk menghindari konfrontasi dalam komunikasi dengan orang-orang non-Muslim, dan agar tidak panik”, imbuhnya. (Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.