Seorang pekerja White Helmet segera menuju ke tempat serangan, namun hanya satu menit ia hilang kontak dengan kawannya

Petugas White Helmet mengambil risiko membersihkan korban gas kimia tanpa pengaman berarti

Jet tempur rezim Assad didapati menjatuhkan tiga bom konvensional dan bom keempat menghasilkan awan asap putih di melanda kota Khan Syeikhun, menurut seorang aktivis yang mengamati dari puncak bukit terdekat.

Relawan bernama Hussam Salloum ini bersaksi, jet Su-22 yang menyerang hari Selasa (4/4) mendekati sasaran dengan ketinggian rendah.

Serangan meninggalkan tiga kolom asap gelap dan awan putih

"Pilot melakukan pemboman dalam sekali pergi, empat bom dijatuhkan bersama-sama", ujar Salloum.

Ia mengamati serangan dari jarak 1,5 km dan menggunakan walkie-talkie memberi peringatan pada petugas penyelamat.

Salloum merupakan relawan yang bertugas melacak pergerakan pesawat dengan mencegat sinyal lalu lintas komunikasi radio untuk memantau potensi serangan udara.

"Asap berwarna putih dan tebal mulai tersebar di seluruh kota, sampai ada lapisan di atas", katanya. Ia mengirim video dari titik pengamatan yang menunjukkan gumpalan asap.

"Kami mengetahui bahwa gas itu beracun dari seorang petugas pertahanan sipil yang segera menuju ke tempat kejadian", tambahnya.

"Dia mengatakan, ada bau yang tidak biasa. Kurang dari satu menit kemudian, dia merasa pusing lalu pingsan. Kami kehilangan kontak dengannya",

Hitungan terbaru, 86 orang tercatat kehilangan nyawa, termasuk anak-anak, menika gugur akibat gas yang diduga sebagai sarin.

Medicins Sans Frontieres (MSF) mengatakan, 8 orang yang dirawat memiliki gejala serupa dengan korban sarin.

Korban menunjukkan gejala paparan bahan kimia organofosfat, menurut Organisasi Kesehatan Dunia. Sarin merupakan senyawa organophosporus.

Beberapa korban tewas tidak memiliki luka berarti. Gas diduga membunuh mereka saat masih tidur, ujar dokter Mouin Abed al-Menem.

Khaled al-Nasr, pekerja pertahanan sipil mengatakan: "Kami melihat semua orang terkapar di tanah, menggeliat. Beberapa mengeluarkan busa dari mulutnya"

Petugas penyelamat segera membuka pakaian korban dan menyiram mereka dengan air.

"Segera kasih air, kemudian keluarkan mereka", katanya.

Para korban dikirim ke rumah sakit dan fasilitas medis di sekitar Idlib.

Namun, serangan udara juga menghantam fasilitas medis di Idlib, menurut petugas pertahanan sipil dan SOHR.

Beberapa korban lain dikirim melintasi perbatasan Turki untuk mendapat perawatan. (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.