Seorang pentolan Syi'ah Irak mengambil sikap berbeda dengan teman-temannya yang mendukung Assad, siapakah dia?

Pemimpin Syi'ah Irak Muqtada al-Sadr (Orient-News)
Salah satu pemimpin Syi'ah di Irak, Muqtada al-Sadr, pada Selasa (11/4) menyeru Basyar al-Assad agar segera melepaskan kekuasaannya.

Ia memberi waktu selama seminggu bagi Assad untuk mundur, atau ia akan bernasib sama dengan mantan pemimpin Libya, Muamar Khaddafi.

“Orang-orang Suriah layak memperoleh keamanan, perdamaian dan kesejahteraan”, ujar Muqtada.

Sementara itu, kantor politik Sadri menyebut pernyataan ini keluar karena Muqtada selalu "membela masyarakat, bukan rezim".

“Ia akan menyeru Assad menyerahkan kekuasaan, meski ini membuat Iran marah”, ujar seorang sumber.

Pernyataan Muqtada al-Sadr juga didasarkan pasca serangan kimia pekan lalu yang menewaskan sekitar 89 orang di Idlib. Rezim Assad diyakini menjadi dalang di balik serangan.

Sadr adalah pemimpin politik Syi'ah pertama yang mendesak Assad mundur dari jabatan.

Meski tidak memegang jabatan politik resmi di Irak, akan tetapi Sadr memiliki pengikut yang cukup besar, terutama dari Syi'ah Baghdad.

Pentolah Syi'ah ini memiliki kontrol atas sejumlah grup milisi di Irak yang diakui oleh rezim Baghdad dan diwadahi dalam kelompok Popular Mobilization.

Beberapa diantaranya milisi Syi'ah Irak bertempur membela Assad di Suriah. (Orient-news)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.