Persatuan Ulama Sedunia cabang Asia-Pasifik mengharamkan memilih Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta 19 April mendatang

Persatuan Ulama Sedunia wilayah Asia-Pasifik haramkan pilih Ahok bagi warga Muslim Jakarta
Persatuan Ulama Sedunia mengharamkan memilih Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta 19 April mendatang.

Pernyataan organisasi yang bertaraf internasional ini ditandatangani oleh Naib Ketua Persatuan Ulama Sedunia, wilayah Asia Timur, Ustadz Abdul Hadi Awang, 12 April 2017.

Pernyataan disebarkan oleh Amanah Ikatan Ulama Dunia Kantor Perwakilan Asia Timur.

Dalam pernyataan itu ditulis bahwa kesempurnaan Islam itu meliputi politik yang membedakannya dengan ajaran lain yang memisahkan politik dengan agama.

Islam meletakkan pemilihan ketua (pemimpin) dalam masyarakat sebagai amanah terpenting dan terbesar.

“Pemimpin negara dan pemimpin masyarakat umum termasuk dalam perkara Wilayah ‘Aamah, dalam aspek negara, seperti Pemilihan Gubernur DKI Jakarta juga adalah perkara yang sama dan sangat besar amanah dan kewajibannya”,ungkap Abdul Hadi Awang.

Beberapa poin yang penting dari pernyataan Persatuan Ulama Sedunia itu antara lain:

(1) Menyerahkan amanah kepada orang yang layak,

(2) Amanah itu dilaksanakan oleh umat Islam saja yang mampu berlaku adil terhadap semua berprinsipkan Iman dan Islam,

(3) Peranan Ulil Amri dari kalangan orang-orang yang beriman, yang bukan sekedar budiman,

(4) Hubungan semua penyelesaian dengan Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah S.A.W. dan hubunganya dengan keimanan kepada Allah, Rasul dan Hari Akhirat.

Mengenai pemilihan Gubernur DKI Jakarta, Amanah Ikatan Ulama Dunia Kantor Perwakilan Asia Timur menegaskan haram memilih pemimpin yang bukan Islam.

Pasalnya, jabatan Gubernur merupakan jabatan penting, maka wajib pemimpinnya Muslim.

Menurut Ustadz Abdul Hadi, para ulama pewaris ajaran para Anbiya.

“Akhirnya Nabi akhir zaman S.A.W. mewajibkan syarat Islam adalah pertama memilih pemimpin, mendahului syarat Adalah (tidak fasik), ilmu dan lain-lain. Kecuali Bani Israel yang dimurkai Allah mensyaratkan kekayaan harta”, terang ulama besar dari Malaysia ini sambil mengutip surat Al-Baqarah 247.

“Jabatan gubernur adalah Wilayah ‘Ammah yang mensyarat wajibkan Muslim, ‘Adalah (adil/tidak fasik) serta melindungi realitas penduduk terbesar”, demikian isi fatwa.

”Maka haram memilih Basuki T. Purnama (Ahok) menjadi Gubernur Jakarta. Lebih haram lagi dipilih kalau dicampur sebab kekayaannya”, lanjut fatwa dalam bahasa Melayu ini.

Sumber: Annas Indonesia, Warta Pilihan


Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.