Dua orang pasien di Turki akhirnya meninggal dunia

tim medis memeriksa korban yang terpapas serangan kimia di Rs lokal Reyhanli, Hatay, Turki (Arab News).
Turki turut mengobati sekitar 30 korban yang terpapar serangan gas di Idlib, Suriah.

“Sejak Selasa, hampir 30 korban telah dibawa untuk pengobatan (di Turki)”, ujar Menteri Kesehatan Recep Akdag.

Ia menambahkan, dua orang pasien di Turki akhirnya meninggal.

Dengan ini, Turki mengklaim memiliki bukti serangan senjata kimia.

“Kami memiliki bukti yang menunjukkan serangan di Idlib adalah serangan kimia”, kata Akdag, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Informasi korban didokumentasikan dan akan dikirim ke Organisasi Kesehatan Dunia.

Korban terluka dibawa dari Idlib melalui gerbang perbatasan Cilvegozu Turki untuk menjalani pengobatan di distrik Reyhanli, provinsi Hatay, Turki Selatan.

Mereka ditangani oleh tim khusus dari lembaga keadaan darurat AFAD Turki, menggunakan alat pelindung khusus.

Serangan pada Selasa (4/4) menewaskan lebih dari 100 orang, ujar Presiden Turki Tayyip Erdogan pada Rabu (5/4).

Erdogan menyebut Assad sebagai "pembunuh”. Ankara merupakan salah satu negara anti Assad dan berulang kali menyerukan kejatuhannya.

Beberapa jam setelah serangan, Erdogan menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin melalui telepon: “serangan semacam ini tidak manusiawi dan tidak bisa diterima"

(Arabnews)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.