Turki beharap DK PBB akan mengambil tindakan yang efektif atas insiden brutal ini

Wakil PM Turki Numan Kurtulmus
Terkait serangan senjata kimia di Idlib, Suriah, Selasa (4/4), wakil perdana menteri Turki berharap Rusia tidak lagi memveto resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap rezim Suriah.

“Saya berharap Rusia tidak akan memveto keputusan yang diambil oleh DK PBB”, ujar Numan Kurtulmus.

Ia juga berharap, DK PBB akan mengambil tindakan yang efektif atas insiden brutal ini.

Serangan dilaporkan telah menewaskan 100 warga sipil. Pasukan rezim Suriah hampir pasti dianggap sebagai pelaku pemboman menggunakan pesawat tempur.

DK PBB melakukan sidang pertemuan darurat pada Rabu (5/4) pagi untuk membahas masalah tersebut dan menemukan solusi.

Kurtulmus mengatakan, serangan itu sebagai “kejahatan terhadap kemanusiaan,” karena menargetkan warga sipil, termasuk anak-anak, wanita, orang tua, dan pasien klinik medis.

Ia menekankan, insiden ini harus diselidiki dan pelaku diberi hukuman.

“Jika tidak seluruh dunia akan dianggap terlibat dalam kejahatan ini”, tambahnya.

Pasukan rezim Suriah diyakini telah melancarkan rentetan serangan gas beracun di daerah oposisi dalam beberapa pekan terakhir.

Pada 30 Maret, 35 warga sipil terkena serangan gas klorin di al-Qaboun, dekat Damaskus.

Tahun lalu, panel investigasi PBB menemukan bahwa senjata kimia digunakan pada tahun 2014 dan 2015.

Namun, tidak ada langkah lanjutan dari DK PBB, karena Rusia berulang kali meluncurkan veto pada resolusi terkait Assad. (AA)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.