Ledakan terjadi di dekat pintu masuk perempuan tempat ibadah Syi'ah saat warga mereka berkumpul untuk Jum'atan

Orang-orang berkumpul untuk melihat toko yang rusak akibat ledakan di pasar Parachinar, Pakistan
Sebuah bom meledak di kota Parachinar, Pakistan, pada Jumat (31/3). Sekitar 22 orang tewas dan 70 lainnya terluka akibat ledakan, menurut Agen politik lokal, Ikramullah Khan.

Ledakan terjadi di dekat pintu masuk perempuan tempat ibadah Syi'ah saat warga mereka berkumpul untuk Jum'atan. Situs itu berada di pusat pasar.

Sajid Hussain, seorang anggota parlemen dari Parachinar mengatakan, terdengar tembakan sebelum ledakan. Menurutnya, ledakan dilakukan dengan bom bunuh diri.

"Serangan terjadi di daerah yang ramai perempuan dan tempat itu tampaknya menjadi target", tuturnya.

Helikopter penyelamat militer dikirim ke tempat kejadian untuk membantu evakuasi korban.

Mumtaz Hussain, seorang dokter di Rumah Sakit setempat menyatakan ada lima mayat, termasuk seorang wanita dan dua anak-anak, telah dibawa ke rumah sakit.

Sementara permintaan donor darah bagi korban terluka telah dibuka.

"Pasien dibawa dengan mobil pribadi atau ambulans, dan kami telah menerima lebih dari tiga puluh pasien sejauh ini", ujar Hussain.

Ledakan diklaim oleh kelompok militan Taliban Pakistan (TTP). Syi'ah dianggap sasaran sah bagi TTP.

Menurut mereka, ledakan bagian dari operasi Ghazi. Kota Parachinar memiliki populasi Syi'ah yang cukup besar.

Pakistan sering mengalami serangan bom bunuh diri. Bulan lalu, lebih dari 80 orang tewas dan puluhan terluka dalam serangan di situs Sufi, Pakistan selatan. Serangan diklaim oleh ISIS.

Januari lalu, setidaknya 21 orang tewas ketika sebuah ledakan menghantam pasar sayur di Parachinar, ibukota wilayah suku Kurram.

Serangan diklaim oleh TTP dan cabang kelompok militan, Lashkar-e-Jhangvi Al Alami.

Perdana Menteri Nawaz Sharif mengutuk serangan Jum'at itu. Menurutnya, pemerintah akan terus berupaya "menghilangkan ancaman terorisme".

"Jaringan teroris sudah dihancurkan, dan tugas kita adalah untuk melanjutkan perang ini sampai momok terorisme dari tanah Pakistan benar-benar musnah", katanya.

Merespon serangan situs Sufi di provinsi Sindh, bulan lalu pasukan keamanan langsung melancarkan tindakan keras di seluruh Pakistan.

Pasukan keamanan menewaskan atau menahan ratusan tersangka militan, serta menutup perbatasan dengan Afghanistan selama beberapa hari. (Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.