AS mulai bersikap keras akibat serangan gas kimia pekan lalu. Menyebabkan munculnya perselisihan dengan Moskow. Benarkah?

Presiden AS Donald Trump (AA)
Presiden AS Donald Trump menghadiri konferensi pers bersama Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dalam kunjungan resmi ke Gedung Putih, Rabu (12/4).

Ia memuji upaya NATO dalam menstabilkan keamanan dan menangani migrasi.

“Kami harus bekerja sama untuk mengatasi bencana yang tengah berlangsung di Suriah”, ujarnya.

“Pembantaian warga sipil tak berdosa dengan senjata kimia, harus ditolak secara tegas oleh bangsa yang menghargai kehidupan manusia”, tutur Trump.

Ia menyerukan: “Saatnya mengakhiri perang sipil brutal ini, mengalahkan teroris, dan membuat para pengungsi bisa kembali ke rumah”.

Konflik yang telah memasuki tahun ke-7 itu mengakibatkan kematian bagi ratusan ribu orang dan jutaan lainnya terpaksa mengungsi.

PBB melaporkan ada lebih dari 5 juta warga Suriah yang tinggal di negara-negara tetangga sebagai pengungsi.

AS mulai bersikap keras akibat serangan gas kimia pekan lalu. Menyebabkan munculnya perselisihan dengan Moskow.

Trump bahkn memperkirakan serangan Khan Syeikhun telah diketahui oleh Rusia.

“Saya ingin berbaik sangka mereka (Rusia) tidak tahu, tapi tentu mereka bisa mengetahuinya karena mereka ada di sana”, ujar Trump.

Dalam konferensi pers, Trump juga menegaskan agar anggota NATO “memenuhi kewajiban keuangan dan membayar hutang” dengan menyumbang 2 persen dari PDB.

Trump ingin meningkatkan kemitraan ini. Rencananya ia akan mengunjungi Brussels, markas NATO, musim semi ini. (Anadolu Agency)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.