Serangan rudal AS bisa diartikan oleh pemerintah Assad sebagai deklarasi perang, tapi...

Presiden AS Donald Trump
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi telah memerintahkan langsung serangan puluhan rudal terhadap pangkalan udara rezim Damaskus di Homs.

Serangan dilakukan sebagai respons atas serangan gas kimia yang menewaskan puluhan warga sipil, termasuk anak-anak, di Khan Syaikhun, Idlib.

Trump sangat yakin Assad ada di balik peristiwa mematikan tersebut.

Kapal perang AS meluncurkan 59 rudal jelajah Tomahawk ke pangkalan udara yang diyakini sebagai markas pesawat pengirim senjata kimia itu, kata sejumlah pejabat AS.

"Assad mencekik orang yang tak berdaya", kata Trump, dikutip CNN Indonesia setelah serangan berakhir, Kamis malam waktu AS.

"Tidak dapat dipertebatkan lagi bahwa Suriah menggunakan senjata kimia yang dilarang dan mengabaikan dorongan Dewan Keamanan PBB", ujarnya di sela pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping.

"Krisis pengungsi semakin parah dan kawasan makin tidak stabil", lanjutnya.

Menurut seorang pejabat pertahanan AS, serangan itu mengincar landasan udara, pesawat, logistik dan stasiun bahan bakar. Rudal diluncurkan dari kapal perang yang berlayar di laut Mediterania Timur.

Namun opersi serangan ini sudah dinyatakan selesai "hingga keputusan lain dibuat", kata pejabat tersebut.

Serangan ini adalah aksi militer langsung pertama yang diambil AS terhadap rezim Assad dalam perang brutal yang terjadi.

Serangan bisa diartikan oleh pemerintah Assad sebagai deklarasi perang.

AS sendiri sudah melakukan intervensi militer di Suriah dengan dalih memerangi terorisme sejak tahun 2014.

Di Suriah, AS bekerja sama dengan milisi SDF yang didominasi Kurdi. (CNN Indonesia/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.