Selama 5 minggu harga minyak mentah dunia berada dalam posisi tinggi

Mesin pompa di Dewitt County, Texas (13/1/2016. REUTERS).
Selama 5 minggu harga minyak mentah dunia berada dalam posisi tinggi, terhitung pada Selasa (11/4).

Kenaikan harga diyakini akibat ketegangan aksi serangan rudal AS ke Suriah dan penutupan kilang minyak terbesar Libya.

Kenaikan juga disebabkan oleh perkiraan naiknya permintaan saat AS memasuki musim panas.

Minyak mentah Brent LCOc1 naik ke harga tertinggi sejak 7 Maret dengan nilai $56,16 per barel. Harga Brent naik 9 sen (0,2 persen) menjadi $56,07 per barel hari ini.

Minyak dari West Texas Intermediate (WTI) CLc1 diperdagangkan 6 sen lebih tinggi (0,1 persen) dengan nilai $53,14 per barel setelah lima minggu tertahan di harga $53,23 per barel.

Harga Brent naik dalam tujuh sesi berturut-turut, sementara WTI meningkat selama enam hari ini.

"Brent dan WTI terbuka di Asia pada harga tertinggi mereka pagi ini", Ujar Jeffrey Halley, analis pasar di Oanda.

Kenaikan harga minyak tetap terjadi meskipun produksi minyak AS mengalami peningkatan.

Berdasarkan data pemerintah, persediaan minyak mentah AS telah menyentuh rekor tertinggi di kedua hub penyimpanan AS di Cushing, Oklahoma, dan Gulf Coast AS.

Ketegangan geopolitik dan penutupan ladang minyak terbesar Libya terus mendukung (produksi) minyak mentah.

Baru saja ladang ini kembali mengaktifkan produksi, sekelompok massa memblokir pipa penghubung ke terminal minyak. Akhirnya ladang minyak Libya Sharara ditutup pada Minggu (9/4).

Ketegangan geopolitik lain terjadi setelah Amerika Serikat menembakkan rudal ke pangkalan udara militer Suriah.

Sebagai upaya mengendalikan kelebihan pasokan, kesepakatan OPEC mendukung harga minyak dari pemangkasan produksi sebesar 1,8 juta barel per hari (bph) selama enam bulan pertama tahun 2017. (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.