Ia adalah ketua organisasi keagamaan beromset miliaran Dollar yang bertanggung jawab mengelola sumbangan dari kuil keramat Syi'ah di kota Mashhad

Ulama syiah Iran garis keras Ebrahim Raisi (Reuters)
Tokoh agama Syi'ah garis keras Ebrahim Raisi, Minggu (9/4), menyatakan akan ikut dalam pemilihan presiden Iran, Mei mendatang.

Analis menilai, mantan jaksa agung ini akan jadi penantang besar bagi petahana presiden Hassan Rouhani yang ingin lanjut di masa jabatan kedua.

Raisi bahkan mengantongi dukungan dari Pemimpin Tertinggi Syi'ah Iran, Ali Khamenei.

Ia menentang kebijakan ekonomi di bawah pimpinan Rouhani, seperti halnya Khamenei.

Raisi mempertanyakan manfaat dari kesepakatan pembatasan program nuklir Iran 2015 lalu. Kesepakatan itu dijalanakan agar dicabutnya sanksi ekonomi Iran oleh Barat.

"Orang-orang bertanya, meski memiliki sumber daya alam dan manusia, (tapi) negara kita tetap dalam situasi seperti ini”, ujar Raisi dalam pernyataannya.

"Solusi kunci masalah ini adalah perubahan mendasar dalam manajemen eksekutif negara sesuai kehendak rakyat, dan pembentukan pemerintah yang kompeten, berpengetahuan, bekerja siang-malam untuk meningkatkan martabat rakyat, melawan kemiskinan serta korupsi", ujarnya.

Rouhani sering dikatakan sebagai tokoh moderat daam politik Iran. Ia memenangkan kursi presiden pada 2013 dengan dukungan kaum muda dan wanita.

Dalam pemerintahannya, ia berjanji membawa Iran keluar dari isolasi internasional dan menciptakan masyarakat yang lebih bebas.

Namun, kepercayaan warga hilang karena Rouhani belum mampu meningkatkan perekonomian, meski sudah ada pencabutan sanksi lewat kesepakatan nuklir.

Raisi (57) sendiri adalah kepala Astan Qods Razavi, organisasi keagamaan beromset miliaran Dollar yang bertanggung jawab mengelola sumbangan dari kuil keramat Syi'ah di kota Mashhad.

Kaum konservatif Syi'ah Iran masih berusaha mencapai kesepakatan tentang calon presiden mereka. Raisi mungkin bisa ditempatkan sebagai pilihan utama.

Ia diusulkan oleh Popular Front of Revolutionary, koalisi utama kaum garis keras, sebagai pesaing potensial Rouhani pada pemilihan mendatang. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.