Arab Saudi kerap dituding sebagai negara yang mengekang wanita. Penerapan syariat dikambing hitamkan sebagai sebab tersisihnya peran kaum hawa, menurut aktivis Barat.

salah satu wanita penerima beasiswa pemerintah Saudi di AS (Arab News)
Arab Saudi kerap dituding sebagai negara yang mengekang wanita.

Penerapan syariat dikambing hitamkan sebagai sebab tersisihnya peran kaum hawa, menurut aktivis Barat.

Namun baru-baru ini peran perempuan Saudi makin meningkat di bawah pemerintahan Raja Salman.

Dengan mempertahankan puritanitas Islam, kaum wanita berperan di Dewan Syura dan bahkan ada beasiswa khusus menempuh pendidikan di luar negeri.

Sekitar 35.000 wanita Saudi menempuh pendidikan di 60 negara lain melalui beasiswa pemerintah, menurut Huda al-Hulaisi, anggota Dewan Syura.

"Visi 2030 juga didasarkan pada peran perempuan dan pemuda", lanjutnya.

Ia mencatatkan, peran wanita di Saudi terus naik dalam beberapa tahun terakhir, ditunjukkan dengan kursi di Dewan Syura dan dewan kota yang dipegang para ibu.

Tahun 2015, wanita mengisi 51,8% mahasiswa di Kerajaan.

Saudi akan meningkatkan proporsi wanita di bursa tenaga kerja dari 22 persen menjadi 30 persen. (Arabnews)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.