Meski dinyatakan tak bersalah, tapi koalisi Saudi dituntut meminta maaf dan memberi santunan pada korban ledakan dekat pabrik

juru bicara resmi JIAT Mansour Al-Mansour (Arab news)
Tim Gabungan Penilai Insiden (JIAT) pada Minggu (2/4) menyatakan bahwa koalisi pimpinan Saudi menargetkan sasaran militer yang sah dalam serangan udara di Hajah, Yaman pada 30 Agustus 2015.

Bom panduan laser kehilangan target akibat kondisi cuaca hingga menghantam halaman pabrik.

Namun, JIAT meminta koalisi harus meminta maaf atas korban tidak disengaja dan cedera yang dialami oleh pekerja pabrik.

Mereka juga meminta koalisi memberikan bantuan kepada keluarga korban.

Dalam konferensi pers, juru bicara resmi JIAT Mansour al-Mansour menepis klaim mengenai penargetan rumah sakit di provinsi Hodeidah pada 9 Oktober 2015.

Menurutnya, koalisi menargetkan fasilitas penyimpanan senjata dan fasilitas sipil di dekatnya tidak terpengaruh.

Ini dibuktikan dengan foto udara sebelum dan sesudah operasi. Dengan demikian, JIAT menyimpulkan tindakan koalisi sesuai hukum internasional.

JIAT juga membantah klaim dari Komite Internasional Palang Merah (ICRC) bahwa pasukan koalisi mengebom penjara di al-Bayda pada 11 Oktober 2015. Insiden tersebut menewaskan 10 orang dan melukai 15 lainnya.

Serangan 11 Oktober bukan ditargetkan pada penjara, tapi fasilitas penyimpanan senjata serta perkumpulan pemberontak.

Dengan demikian, itu menjadi sasaran militer yang sah atau tidak melanggar hukum internasional, menurut JIAT.

Klaim ICRC menyebut koalisi membom Saada Old City pada 21 Oktober 2015.

JIAT mengatakan, saat itu koalisi membom jip milik Houthi beserta bangunan yang mereka gunakan. (Arabnews)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.