8 warga sipil Kashmir tewas dalam bentrokan dengan aparat India yang menggunakan senapan angin peluru logam

Aksi saling lempat antara pasukan keamanan dan pengunjuk rasa dalam pemilu di Kashmir India (Al-Jazeera)
Pasukan keamanan di Jammu-Kashmir, India, menembaki demonstran dalam bentrok pemilu Minggu (8/4). Delapan warga sipil tewas dalam kerusuhan itu.

Pemilu diselenggarakan untuk mengisi kursi kosong parlemen dari daerah Lok Sabha setelah beberapa anggota mengundurkan diri.

Mereka mundur sebagai aksi protes terkait pembunuhan warga sipil dalam operasi keamanan rezim India tahun lalu.

Pemimpin pemberontak setempat telah menyerukan warga agar memboikot pemilihan ini.

Polisi negara bagian dan paramiliter menembakkan peluru pelet senapan angin saat ribuan pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan anti India di distrik Budgam, ibukota Srinagar.

Aksi protes lanjutan langsung menyebar ke Srinagar ketika beredar laporan pembunuhan warga sipil di daerah Charare-e-Sharif, Budgam.

Pengunjuk rasa melempari bom molotov dan batu. Membuat mesin pemilu dan kendaraan pemerintah terbakar, menurut para pejabat.

Puluhan TPS terpaksa ditutup karena menyebarnya kekerasan.

"Ini adalah reaksi terhadap apa yang terjadi di Kashmir, karena orang-orang dibunuh tanpa ampun", ujar seorang pengunjuk rasa di Srinagar.

"Pemuda akan keluar mengekspresikan kemarahan dan penentengan dengan berbagai cara yang memungkinkan", tambahnya.

Menurut Waheed Para, juru bicara Partai Rakyat Demokratik (PDP), delapan orang tewas dalam bentrokan.

"Kami menyesalkan kasus pembunuhan. Akan memakan waktu untuk mengembalikan kondisi kondusif", ujarnya.

Sementara itu hanya 6,5 ​​persen dari pemilih memberikan suara, menurut direktur pemilihan negara, Shantmanu.

Ini adalah angka partisipasi terendah sepanjang pemilu di wilayah yang masih disengketakan dengan Pakistan dan adanya tuntutan kemerdekaan.

Seorang pemilik toko (40) di Srinagar mengatakan tidak memberikan suara karena menganggap pemilu tidak berguna.

"Jika ingin perubahan terjadi di Kashmir, politisi harus membawa sebuah revolusi politik terkait sengketa Kashmir", ujarnya.

Jelang pemungutan suara, otoritas setempat memblokir sementara layanan internet di lembah Kashmir selama tiga hari karena takut aksi protes terjadi lagi.

Pemerintah India mengirim 20.000 paramiliter tambahan untuk mendukung 500.000 pasukan yang ditempatkan di sana.

Polisi juga menahan ratusan pemuda dan aktivis kemerdekaan selama diadakan pemilihan itu, menurut sumber media AFP.

Pemilu kedua di Jammu-Kashmir untuk kursi daerah Lok Sabha direncanakan 12 April di Anantnag.

Hasil dari kedua pemilihan akan diumumkan 15 April nanti. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.