Rusia dan Iran berjanji terus memberi dukungan kepada pemerintah Assad, apa penyebab mereka bersikeras?

Jenderal Rusia Valery Gerasimov (Orient News)
Rusia dan Iran berjanji terus memberi dukungan kepada pemerintah Assad dengan alasan memerangi “teroris dan pendukungnya".

Pernyataan ini keluar setelah AS meluncurkan rudal ke pangkalan udara militer Suriah di Homs.

Jenderal Rusia Valery Gerasimov dan Mayor Jenderal Mohammad Bagheri dari Iran melakukan percakapan telepon Sabtu (8/4) lalu.

Mereka mengecam serangan AS ke pangkalan udara Suriah yang disebut "agresi terhadap negara berdaulat", menurut kantor berita Iran, IRNA.

Mereka juga menyebut serangan AS bermaksud “memperlambat kemenangan tentara Suriah dan sekutunya”.

Kerjasama militer dengan rezim Assad akan terus dilakukan sampai "teroris dan orang-orang yang mendukung mereka" kalah total, menurut kantor berita Mehr.

Presiden Iran Hassan Rouhani juga mengkritik Presiden AS Donald Trump atas serangan rudal yang diluncurkan sebagai balasan serangan kimia rezim Assad kepada warga sipil di Idlib.

"Orang ini (Trump) mengklaim ia ingin memerangi terorisme, tapi hari ini semua teroris di Suriah merayakan serangan AS", kata Rouhani.

Seperti diketahui, rezim Assad dan sekutunya menganggap semua kelompok oposisi sebagai "teroris".

Sementara itu, oposisi menyambut baik serangan rudal Trump, tapi hal ini dianggap masih jauh dari kata cuku "untuk menghentikan terorisme Assad ke arah warga sipil".

Menurut oposisi, rezim masih punya 20-an fasilitas udara lain yang digunakan dalam serangan brutal selama bertahun-tahun. (Orient-news/rslh)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.