Rusia kembali menghentikan langkah internasional dalam upaya menyelidiki Assad via DK PBB

Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB, Vladimir Safronkov (Reuters)
Rusia pada Rabu (12/4) kembali menghentikan upaya dari Negara-negara Barat menekan Assad.

AS, Prancis, dan Inggris telah mengajukan resolusi untuk mengutuk serangan gas di Idlib, Suriah pekan lalu.

Mereka juga ingin menekan rezim Basyar al-Assad agar mau bekerja sama dalam penyelidikan, seperti menyediakan akses bagi peneliti dan menyediakan informasi terkait.

Namun, untuk kedelapan kalinya, Moskow menggunakan hak veto demi melindungi pemerintahan Assad.

Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, meminta Moskow berhenti melindungi Assad. Menurutnya, AS ingin bekerja sama dengan Rusia menuju solusi politik di Suriah.

"Rusia sekali lagi telah memilih memihak Assad. Meski seluruh dunia, termasuk dunia Arab, bersama-sama mengutuk rezim pembunuh ini", ujar Haley kepada anggota DK PBB.

"Jika rezim tidak bersalah, seperti klaim Rusia, informasi yang diminta dalam resolusi ini akan membersihkan nama baik mereka", tegasnya.

Wakil Duta Rusia untuk PBB, Vladimir Safronkov, menyebut rancangan resolusi tidak benar karena belum ada investigasi independen.

"Saya kagum sudah ada kesimpulan disini. Belum ada pihak yang mengunjungi TKP. Bagaimana anda tahu (tentang kejadian) itu?", ujarnya.

Duta Besar Inggris untuk PBB Matthew Rycroft, mengatakan kepada DK PBB bahwa sampel yang diambil dari TKP telah dianalisis oleh para ilmuwan Inggris dan hasilnya positif mengandung gas sarin.

Misi pencari fakta dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) juga sedang menyelidiki kasus ini.

Jika terbukti bahwa senjata kimia telah digunakan, maka penyelidikan bersama dari PBB dan OPCW akan berusaha menentukan pelaku.

Tim ini sebelumnya telah menyatakan pasukan pemerintah Assad bertanggung jawab atas serangan gas klorin pada tahun 2014-2015.

Rezim Suriah membantah bertanggung jawab atas serangan gas di daerah oposisi tersebut.

China, yang ikut memveto enam resolusi tentang Suriah, memilih abstain untuk resolusi PBB kali ini, bersama dengan Ethiopia dan Kazakhstan.

Sepuluh negara mendukung resolusi, sementara Bolivia bergabung dengan Rusia menolak resolusi. (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.