Setidaknya 10 orang terkonfirmasi tewas karena ledakan ganda di sebuah kereta bawah tanah di Saint Petersburg, Rusia

Seorang warga yang terluka akibat ledakan di stasiun kereta bawah tanah Sennaya Ploshcad, Saint Petersburg
Setidaknya 10 orang terkonfirmasi tewas karena ledakan ganda di sebuah kereta bawah tanah di Saint Petersburg, Rusia, Senin (3/4).

20 lainnya dilaporkan terluka akibat ledakan itu.

Ledakan terjadi di sebuah gerbong yang sedang berada di stasiun. Demikian dilaporkan kantor berita pemerintah Moskow, TASS.

Juru bicara pemerintah Rusia, Dmitry Peskov, mengatakan Presiden Vladimir Putin sudah mengetahui insiden tersebut.

Sebelumnya, Putin sedang berada di Saint Petersburg untuk berpidato dalam sebuah acara. Namun, belum jelas apakah ia masih berada di kota tersebut atau tidak.

Seorang sumber TASS mengatakan, ledakan terjadi di stasiun Sennaya Ploshchad.

Moskow mengerahkan unit anti terornya untuk menangani dan menyelidiki.

Belum ada laporan kelompok tertentu yang mengaku bertanggung jawab.

Evakuasi segera dilakukan setelah ledakan terjadi.

Andrei Przhezdomsky, juru bicara Komite Nasional Anti-teroris (NAC), kepada saluran televisi Rossiya-24 mengatakan bahwa pihaknya tengah menyelidiki penyebab ledakan.

"Sejauh ini, kita katakan itu adalah bahan peledak tak dikenal, dimana penyelidik dan tim gegana bekerja memastikan penyebab ledakan ini. Evakuasi selesai, bantuan medis diberikan bagi mereka yang terluka", katanya. (CNN Indonesia/TASS)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.