Pangkalan udara itu hampir hancur seluruhnya. Landasan pacu, tempat penyimpanan bahan bakar, dan pertahanan udara hancur berkeping-keping

Sebanyak 50 rudal Tomahawk diluncurkan dari kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat di Laut Mediterania. (CNN/Reuters)
Serangan rudal Amerika Serikat ke salah satu pangkalan udara Suriah di Homs pada Jum'at (7/4) dilaporkan menewaskan setidaknya empat tentara rezim Damaskus.

"Seorang komodor angkatan udara termasuk salah satu dari empat tentara yang tewas", ujar direktur Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) Rami Abdel Rahman.

Rami mengatakan, serangan juga menghancurkan pangkalan udara Homs.

"Pangkalan udara itu hampir hancur seluruhnya. Landasan pacu, tempat penyimpanan bahan bakar, dan pertahanan udara hancur berkeping-keping", katanya.

Serangan rudal juga merusak markas pejabat di daerah Shayrat, salah satu basis pemerintah paling penting di Homs, Menurut Rahman.

Kini, hanya pangkalan udara Latakia yang memiliki fasilitas lengkap. Di pangkalan itu juga terdapat fasilitas Rusia, sekutu Assad, yang membantu rezim dalam perang sejak 2015.

AS mengatakan, mereka sudah memberitahu Rusia sebelum melancarkan serangan guna menghindari jatuhnya korban lain yang dapat memicu krisis lebih luas.

Sebanyak 59 rudal Tomahawk diluncurkan dari kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat di Laut Mediterania, menurut sumber pejabat AS.

Serangan ini merupakan respons dari presiden Donald Trump atas dugaan serangan senjata kimia di Idlib oleh pemerintah Suriah. Paparan gas beracun itu menewaskan puluhan warga sipil.

Ini adalah aksi terkeras yang pernah diambil AS dalam perang Suriah. Tindakan ini meningkatkan risiko konfrontasi dengan Rusia dan Iran yang menjadi sekutu Assad. (CNN Indonesia)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.