Presiden Rusia yang merupakan pembela Assad, menuduh AS sedang berencana "merekayasa" serangan gas palsu sehingga bisa menyerang Assad lagi

Presiden Rusia Vladimir Putin (Reuters)
Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan bahwa pihaknya memiliki informasi mengenai rencana Amerika Serikat meluncurkan serangan rudal baru pada Suriah.

Informasi yang diklaim Putin juga terkait rencana "serangan senjata kimia palsu di sana".

Putin mengeluarkan pernyataan ini sebelum Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson dijadwalkan tiba di Moskow untuk bertemu Menlu Rusia.

"Kami memiliki informasi bahwa provokasi serupa sedang disiapkan di bagian lain Suriah, termasuk di pinggiran kota Damaskus selatan. Mereka (AS) berencana kembali menanam 'beberapa substansi' dan menuduh pemerintah Suriah menggunakan (senjata kimia)", klaim Putin.

Namun ia tidak sedikitpun memperlihatkan bukti atas pernyataannya tersebut.

Rusia terus membela Assad dalam menghadapi tuduhan AS mengenai serangan gas saraf Sarin di provinsi Idlib.

Menurut Putin, tidak ada bukti yang mendukung tuduhan tersebut.

Ia meminta pengawas senjata kimia global (OPCW) menyelidiki insiden itu.

Sebelumnya, Menlu Tillerson berharap Rusia mempertimbangkan kembali dukungannya pada Assad.

Sedangkan Putin mengatakan, Moskow akan menolerir kritik Barat atas peran Moskow di Suriah, tapi berharap sikap mereka melunak.

Menurut juru bicara Putin, Menlu Tillerson tidak dijadwalkan bertemu presiden. Tapi sebuah media Rusia yang mengutip sumbernya mengklaim bahwa pertemuan dengan Putin akan terjadi. (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.