Darah bercucur, tubuh-tubuh mati ditemukan terkubur. Ghouta timur menjadi sasaran serangan udara

Seorang wargga dievakuasi
Jet rezim Suriah membom daerah pemukiman di kota Douma, pinggiran Damaskus, Senin (3/4).

Serangan menewaskan sekitar 30 orang dan melukai puluhan lainnya, menurut warga dan aktivis. Daerah tersebut merupakan pusat kubu oposisi Ghouta timur.

Pertahanan Sipil di daerah oposisi mengatakan pada media sosial, terdapat 21 serangan di kota-kota lain Ghouta, seperti Hamurya, Harasta dan Saqba.

Di Saqba, selatan Douma, sedikitnya lima orang tewas ketika jet (diyakini milik Rusia) menghantam pasar alun-alun kota, menurut dua warga.

Para pekerja bantuan masih berusaha menarik mayat dari reruntuhan bangunan.

"Kami warga sipil. Mengapa mereka menyerang kami? Jet berada di atas kami (padahal) tidak ada teroris", ujar seorang pemuda dalam rekaman milik Orient TV.

Tentara rezim Assad mengklaim menyerang pusat oposisi di Jobar, Arbeen, Zamalka, dan daerah Timur Ghouta, serta berhasil merobohkan peluncur rudal dan membunuh puluhan "teroris".

Serangan intensif dimulai sejak akhir Februari untuk mengepung kawasan Barza dan memotongnya dari Qaboun.

Damaskus ingin menghancurkan terowongan Barza-Qaboun karena diduga digunakan untuk mengirim barang penting ke Ghouta Timur.

Ghouta timur dikepung oleh loyalis Assad sejak 2013, dengan kondisi masih padat penduduk.

Ratusan ribu orang diperkirakan terjebak di sana. Pengawasan oleh militer rezim membuat bantuan kemanusiaan sulit mencapainya.

Warga percaya, rezim ingin menekan mereka agar mau menyerah melalui pengepungan dan pemboman, sehingga warga oposisi mau keluar dari wilayah itu. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.