Di tengah bayangan bencana kelaparan, pemerintah Somalia umumkan deklarasi perang terhadap militan al-Qaeda, al-Syabab

Presiden Somalia Mohamed Abdullahi Mohamed (AlJazeera)
Presiden baru Somalia telah menyatakan negaranya berada dalam zona perang. Ia memerintahkan tentaranya mempersiapkan serangan baru terhadap cabang kelompok al-Qaeda, al-Syabab.

Pengumuman Presiden Mohamed Abdullahi Mohamed pada Kamis (6/4), terjadi di tengah memburuknya situasi keamanan.

Al-Shabab kerap melakukan pemboman mematikan di ibukota sejak pemimpin baru negara itu menjabat Februari lalu.

Al-Shabab menyebut presiden itu "murtad" dan memperingatkan warga Somalia agar melawannya.

Sebuah ledakan bom mobil hari Rabu (4/4) mengguncang sebuah restoran Mogadishu menewaskan sedikitnya tujuh orang.

"Kami ingatkan, petempur muda al-Syabab yang telah dicuci otaknya, memiliki batas waktu 60 hari untuk meletakkan senjata, berhenti membunuh orang, dan menyerah kepada kami", kata Abdullahi.

"Kami akan menyambut mereka dengan tangan terbuka", ujarnya.

Abdullahi juga baru saja mengganti kepala militer, intelijen dan polisi Somalia.

Pengaturan ulang struktur keamanan dilakukan sebagai upaya mengkonsolidasikan kekuasaan di bawahnya.

Minggu lalu, Trump menyetujui kewenangan yang lebih besar pada militer AS untuk menggempur al-Syabab di Somalia, termasuk serangan udara.

Somalia selatan akan dianggap sebagai daerah pertempuran aktif.

Al-Syabab sebenarnya telah berhasil dipukul keluar dari ibukota dan kota-kota besar oleh pasukan Uni Afrika.

Namun, mereka terus melakukan aksi pemboman mematikan di berbagai tempat. Targetnya termasuk hotel, pos pemeriksaan militer, dan istana presiden.

Al-Syabab adalah salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah baru.

Ratusan juta dolar dana dukungan masyarakat internasional seharusnya bisa mendukung perluasan pembangunan di luar ibukota.

Sementara itu, kekeringan masih mengancam setengah penduduk Somalia dalam bencana kelaparan.

Pembajakan kapal kargo di lepas pantai Somalia sejak beberapa pekan terakhir juga mengancam keamanan salah satu rute pelayaran penting dunia. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.