Pemerintah Yaman juga khawatir anak-anak dicekoki dengan kebencian sektarian oleh militan Syi'ah

Ilustrasi (Arab News)
Jutaan anak Yaman berisiko kehilangan pendidikan karena milisi Houthi menolak membayar gaji guru sekolah di daerah pemberontak, menurut pemerintah Yaman pada Senin (17/4).

“Dari total 300.000 guru di negeri ini, sekitar 130,000 berada di wilayah pemberontak. Mereka belum digaji beberapa bulan ini”, tutur Menteri Pendidikan Yaman Abdullah Lamlas.

“Sejak pemerintah memindahkan bank sentral dari Sana'a ke Aden, milisi Houthi menggunakan guru sebagai pion, menolak membayar gaji mereka sehingga merusak proses pendidikan dan membahayakan masa depan generasi Yaman", jelasnya.

Lamlas menambahkan, selama dua tahun terakhir Houthi dan loyalis mantan diktator Ali Abdullah Saleh merampas hak pendidikan bagi anak-anak Yaman.

Mereka ingn merekrut anak dengan paksa menjadi militan.

Milisi juga mengubah kurikulum sekolah dengan menanamkan ideologi sektarian dalam pikiran siswa.

“Houthi telah merampas hak pendidikan bagi 2,5 juta anak, selain melalui penembakan, perampokan sekolah dan mengubahnya menjadi pos militer atau gdang senjata. Mereka menghancurkan lebih dari 1.700 sekolah karena berpihak pada pemerintah yang sah”, ujar Lamlas.

Kementerian Pendidikan sedang berupaya mengembangkan program rehabilitasi siswa.

Gaji guru yang belum dibayar memperburuk situasi. Lebih dari tiga-perempat guru di negara itu tercatat miskin.

4,5 juta anak-anak terancam tidak dapat menyelesaikan sekolah.

Perwakilan UNICEF untuk Yaman, Mertixell Relano mengatakan:

"Saat ini, kami memiliki lebih dari 166.000 guru yang belum menerima gaji sejak Oktober tahun lalu. Ini sekitar 73 persen total jumlah guru di negeri ini", kata Relano.

“Anak-anak yang tidak bersekolah, beresiko direkrut (dalam militer), atau gadis-gadis mungkin beresiko menikah di bawah umur", tegasnya.

Krisis dimulai tahun lalu ketika pemerintah sah memindahkan bank sentral Yaman dari Sana'a, karena ibukota telah dikendalikan oleh Houthi.

Sudah tujuh bulan gaji tertunggak, menurut karyawan sektor publik di wilayah Houthi. (Arab
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.