Mantan Jenderal Pakistan pimpin aliansi militer yang digagas Saudi, membuat Iran dan Syi'ah setempat menjadi "galau"

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir bertemu Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Raheel Sharif di kantor pusat Rawalpindi, Pakistan (7/1/2016). (AA)
Pakistan menunjuk mantan panglima militer Jenderal Raheel Sharif sebagai pemimpin aliansi 39 negara Muslim yang digagas Saudi.

Tetangganya Iran, mengungkapkan “ketidakpuasan” atas penunjukan, tapi langkah penentangan Teheran justru dapat mengakibatkan kerugian ekonomi dan diplomatik.

"Kami prihatin tentang masalah ini, yang dapat mempengaruhi persatuan negara-negara Islam", ujar Duta Besar Iran untuk Pakistan, Mehdi Honardoost.

Ia mengatakan, Islamabad memberitahu Teheran sebelum meresmikan Sharif memimpin aliansi.

"Tapi itu tidak menunjukkan bahwa Iran puas dengan keputusan ini", ujar Honardoost.

Menurutnya, Iran tidak akan menjadi bagian dari aliansi militer, dan tidak memperpanjang tawaran bergabung dengan koalisi.

Sekretaris luar negeri Pakistan, Tehmina Janjua, menjamin negaranya tidak akan ambil bagian dalam "langkah anti-Teheran".

Janjua menjelaskan, Pakistan akan mempertahankan “keseimbangan” dalam hubungan antara Iran-Saudi.

Sementara Purnawirawan militer Mayjen. Ijaz Awan, yang kini menjadi analis keamanan, menampik kesan aliansi Saudi dibentuk untuk menghadapi Iran.

“Ini (aliansi) sama sekali tidak menentang Teheran. Baik Iran maupun Syi'ah Pakistan tidak perlu khawatir tentang itu”, katanya.

Aliansi yang digagas Saudi terdiri dari negara-negara Sunni seperti Turki, Pakistan, Mesir, Malaysia, UEA, dan negara Teluk lainnya, serta beberapa negara Afrika.

Aliansi dibentuk dengan alasan melindungi negara Muslim dari kejahatan kelompok/organisasi teroris, terutama ISIS.

Republik Syi'ah Iran tidak menjadi bagian dari aliansi karena ada di posisi berlawanan dalam konflik regional, seperti di Suriah dan Yaman.

Kantor pusat aliansi ada di Riyadh, pendiriannya diumumkan oleh Menteri Pertahanan sekaligus Wakil Putra Mahkota Saudi, pangeran Muhammad bin Salman lewat konferensi pers 2015 lalu.

Jenderal Sharif telah pensiun September tahun lalu setelah menyelesaikan masa jabatan 3 tahun. Ia menolak perpanjangan masa jabatan. (Anadolu Agency)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.