Keputusan Mahmoud Abbas membuat pejabat Hamas kesal karena bisa mengancam layanan sipil

Ilustrasi (AlJazeera)
Otoritas Palestina (PA) mengumumkan pada Israel bahwa mereka akan menghentikan pembayaran persediaan listrik Israel untuk Gaza.

Pemadaman listrik seperti itu dinilai dapat memperdalam krisis kemanusiaan, menurut Bank Dunia.

Selain dapat menyebabkan pemadaman listrik total di Gaza yang dipimpin Hamas, langkah ini juga akan mengganggu layanan medis dan persediaan air bagi dua juta penduduk disana.

COGAT, cabang militer Israel, menyebut pengumuman ini diberikan oleh pemerintah Presiden Mahmoud Abbas, Kamis (27/4).

Abbas mengancam akan memberikan tekanan finansial pada Hamas agar ia dapat menguasai Gaza. Wilayah ini diambil Hamas pada 2007 setelah terjadi perang singkat.

Tak jarang, upaya rekonsiliasi dilakukan antara pemerintah Tepi Barat dan Gaza, namun sayangnya selalu gagal.

Pejabat Hamas Ismail Radwan bereaksi dengan nada emosi.

"Pengepungan Gaza ini tidak masuk akal, mengurangi pasokan listrik, air dan kebutuhan dasar demi politik", ujarnya.

Terkait kebijakan ini, PA enggan memberi alasan. Mereka telah memberi tekanan pada Hamas dengan menahan bahan bakar dari Israel dua minggu lalu yang dibutuhkan pembangkit listrik satu-satunya di Gaza.

PA juga memotong gaji PNS di Gaza yang menjadi salah satu andalan utama ekonomi di daerah itu.

Sebenarnya, Israel lebih memilih berurusan dengan PA mengenai pasokan listrik dan bahan bakar di Gaza karena malas terlibat dengan Hamas, yang dianggap sebagai organisasi "teroris".

Bank Dunia menilai pemadaman listrik ini dapat memengaruhi layanan vital seperti rumah sakit, klinik, persediaan air, dan kehidupan rumah tangga sehari-hari.

"Selama musim panas dan musim dingin, pasokan listrik dijatah hanya empat jam di siang hari," menurut sebuah laporan, mengutip direktur Tepi Barat dan Gaza, Marina Wes.

"Ini telah menciptakan krisis kemanusiaan bagi dua juta orang di Gaza."

"Kami sangat khawatir," ujar Samir Zaqout dari kelompok HAM Al Mezan. "Kebijakan ini menghukum semua orang, bukan hanya Hamas. Apa tujuannya? Kami tidak mengerti."

Pejabat kesehatan mengatakan, terdapat 13 rumah sakit di Jalur Gaza dan 54 pusat kesehatan yang kekurangan dana serta bahan bakar pembangkit listrik.

Sekitar 620 pasien ginjal membutuhkan dialisis tiga kali seminggu dan bayi yang baru lahir juga akan terkena resiko pemadaman listrik. Generator di semua fasilitas medis membutuhkan sekitar 2.000 liter bahan bakar per jam. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.