Rusia mengeluarkan pernyataan tak masuk akal terkait dugaan serangan sarin di Idlib

Seorang bapak kehilangan puluhan keluarganya. Anak, istri, saudara, keponakan dll

Komandan oposisi Suriah membantah pernyataan Rusia yang menuduh gas beracun di Idlib, bocor dari gudang senjata oposisi.

Hasan Haj Ali, komandan Free Idlib Army mengatakan, tidak ada fasilitas militer milik oposisi di Khan Syaikhun yang terkena serangan.

“Semua orang melihat pesawat itu saat mereka melakukan pemboman dengan gas (kimia)”, ujarnya.

Ia menambahkan, “semua warga sipil tahu tidak ada posisi-posisi militer di sana, atau tempat-tempat pembuatan (senjata). Berbagai faksi oposisi tidak mampu memproduksi zat ini".

Menurutnya, pernyataan Rusia adalah “kedustaan”.

Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya mengklaim rezim Assad mengebom gudang senjata yang mengandung gas kimia.

“Menurut data objektif dari kontrol udara Rusia, pesawat Suriah menghantam gudang senjata teroris di dekat Khan Syaikhun. Gudang ini membuat bom dengan zat beracun”, ujar pernyataan kementerian.

Cerita versi Rusia menyebut "gas beracun bocor dari gudang senjata setelah pasukan rezim membomnya".

Gudang senjata kimia diduga diperuntukan bagi petempur di Irak, menurut kementerian Rusia.

"Penggunaan senjata sarin oleh teroris telah berulang kali dibuktikan organisasi internasional serta otoritas resmi Irak", klaim Rusia.

Namun pernyataan Rusia ini selain tak ada bukti jelas, juga dianggap tidak masuk akal. Karena pejuang Suriah tidak berkaitan dengan militan di Irak, seperti teroris ISIS.

Pejuang Islamis Hay'at Tahrir Syam (HTS), yang didominasi mantan afiliasi Jabhah Fathu Syam, bersumpah akan melakukan pembalasan atas serangan brutal itu.

Mereka juga mengajak jurnalis Barat dan seluruh dunia datang ke Suriah agar bisa mengamati langsung pelanggaran perang oleh kubu Assad. (Reuters/rslh)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.