Terdapat aktivitas ilegal milisi Syi'ah Hezbollah di kota berpenduduk mayoritas Kristen Suriah

Ilustrasi (Orient News)
Kelompok oposisi Jaisyul Izza di pinggiran Hama, Suriah, mengeluarkan pernyataan pada Sabtu (8/4) mengenai perkembangan terbaru kota Mahradeh.

Menurut mereka, terdapat aktivitas ilegal milisi Syi'ah Hezbollah di kota berpenduduk mayoritas Kristen tersebut.

Menurut oposisi, hal ini bertentangan dengan klaim pemerintah Assad yang mengatakan akan melindungi minoritas.

Berikut terjemahan isi pernyataan, dilansir dari Orient-news:

"Sejak awal revolusi Suriah, rezim Assad berusaha mempresentasikan dirinya sebagai pelindung dan pembela sektarian atau agama minoritas. Ia mengeksploitasi hal ini untuk mempertahankan kekuasaan.

Berbeda dengan revolusi Suriah yang ditujukan untuk melindungi berbagai elemen rakyat Suriah tanpa kecuali.

Akhir-akhir ini, ketika pertempuran Hama dimulai, pasukan revolusioner (oposisi) menetralisir kota mayoritas Kristen, Mahradeh, dalam menghentikan rezim Assad dari upaya manipulasi dan eksploitasi minoritas.

Untuk itu, kami mengeluarkan pernyataan resmi menyerukan netralisir kota (zona netral/aman), mengeluarkannya dari siklus konflik dan melindungi penduduk sipil, termasuk harta pribadi mereka seperti rumah, peternakan, pabrik, perusahaan, dan lain-lain.

Namun, ketika kami meninggalkan daerah itu, milisi Hezbollah dan Iran mengambil keuntungan dari krisis korban sipil. Mereka mengubah kota Mahradeh menjadi pangkalan militer, menggunakan tempat ibadah, biara dan gereja sebagai barak. Milisi juga memasukan tank di daerah berpenduduk.

Kota telah dijadikan ujung tombak dan basis Iran dalam memulai serangan ke kota-kota sekitarnya.

Kota saat ini terlibat konfrontasi langsung dengan pasukan revolusioner.

Milisi Syiah mengusir warga sipil keluar dari kota dengan todongan senjata. Mereka melarikan diri dari "terorisme" milisi Syi'ah.

Hezbollah dan Iran kemudian membawa keluarganya menempati rumah-rumah (milik warga Kristen) di kota itu secara paksa.

Mengenai hal ini, kami menyerukan kepada masyarakat internasional memikul tanggung jawab dalam melindungi dan menetralkan kota.

Jaringan Internasional harus berusaha mengusir milisi Syi'ah, untuk menghentikan rencana Iran dan mencegah terulangnya tragedi di Lebanon selatan, dimana terjadi pengusiran orang-orang Kristen.

Masyarakat internasional harus melindungi dan melestarikan struktur sosial kota, yang dapat hidup berdampingan, damai, harmoni dengan daerah sekitarnya selama berabad-abad". (Orient-news)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.