Sejak berkuasanya partai sayap kanan BJP, di India muncul konsep nasionalisme Hindu, apa itu?

Pendukung BJP merayakan kemenangan setelah pemilu (11/4/2017_Al-Jazeera/Reuters)
Politik India menuju arah yang paling menantang, menurut dosen bidang agama dan politik di Universitas Lancaster, Ketan Alder.

Perubahan politik tajam paling mencolok dipengaruhi oleh keberhasilan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang didirikan tahun 1980.

2014 lalu, BJP meraih kemenangan dengan terpilihnya Perdana Menteri Narendra Modi.

Maret tahun ini, partai kembali meraih kemenangan dalam pemilihan lokal di seluruh India, termasuk negara bagian dengan penduduk terpadat, Uttar Pradesh.

Yogi Adityanath, seorang pendeta Hindu garis keras, terpilih menjadi Menteri Kepala di negara bagian itu.

Para pendukung Modi juga fokus pada pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, untuk mendukung popularitasnya.

India memiliki pertumbuhan ekonomi tercepat tahun lalu, dengan pertumbuhan GDP sebesar 7 persen, dibandingkan dengan 6,8 persen di China.

Ideologi BJP muncul dari Hindutva, atau "Hinduness," yang berakar dari keyakinan bahwa mayoritas Hindu di India bersatu menjadi dasar bangsa.

Definisi 'Hindu Nasionalis' melahirkan perdebatan mengenai batas antara posisi mayoritas Hindu dengan minoritas Islam atau Kristen. Bukan hanya soal agama, tapi juga urusan "pengontrolan" nasional.

Politik BJB memungkinkan kasta rendah Hindu yang tadinya kelompok lemah, menjadi bagian dari mayoritas di dalam lingkup Hindu nasionalis.

Visi bangsa Hindu membangun ide-ide tentang persatuan Hindu dan organisasinya, atau Sangathan Hindu.

Salah satu efek kontroversial dari visi BJP ini dapat dilihat dalam politik kontemporer, yaitu isu perlindungan Sapi.

Sapi dianggap sebagai hewan suci oleh beberapa umat Hindu. BJP dan organisasi nasionalis Hindu lainnya membuat urusan konsumsi daging Sapi dan perlindungan hewan ini sebagai garis pemisah antara Hindu dan non-Hindu.

Beberapa kali, organisasi Hindu didapati melakukan kekerasan terhadap orang yang dituduh makan daging Sapi atau menyembelihnya.

Sebenarnya, daging Sapi ini juga jadi makan bagi warga miskin Hindu atau kasta rendah.

Banyak pengamat melihat pertumbuhan kekuatan nasionalisme Hindu berawal dari konflik intra-komunal dengan Muslim (yang cukup mapan ekonomi).

Mereka mulai mengabaikan sistem kasta dalam konsep nasionalisme Hindu.

Organisasi aktivis Hindu seperti Arya Samaj, belakangan juga telah mengalihkan perhatiannya pada masalah kasta, khususnya posisi kelompok kasta rendah dalam masyarakat Hindu.

Ini menimbulkan pertanyaan mengenai batas-batas agama Hindu, mengingat bahwa praktek-praktek kasta di negara sering memotong tradisi keagamaan.

"Hindu" sebagai identitas agama tunggal sebenarnya masih dipandang asing bagi banyak masyarakat.

Prinsip utama keanekaragaman politik ini adalah tentang gagasan mengenai kasta rendah adalah bagian penting dari masyarakat Hindu.

Pergeseran kesadaran ini memungkinkan terbentuknya kelompok kekuatan "mayoritas Hindu".

BJP berusaha memobilisasi keragaman ini menjadi persatuan identitas dan kebangsaan Hindu.

Riset Alder menunjukkan, sekitar 14.000 sekolah dan masyarakat budaya, berusaha membuat sejarah dan kepahlwanan kelompok kasta rendah menjadi cerita yang umum di masyarakat Hindu.

Dalam jajak pendapat terbaru, kaum nasionalis Hindu berhasil meraih 69 dari 89 kursi untuk perwakilan kasta rendah. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.