Speaker masjid-masjid yang biasanya digunakan untuk mengumandangkan azan, juga dipakai mengajak warga donor darah bagi korban bom gereja

Ilustrasi (CNN)
Umat Muslim di Kota Tanta, Mesir, berbondong-bondong ke masjid pada Minggu (9/4) untuk mendonorkan darah bagi korban serangan bom gereja koptik.

Salah satu pendonor darah, Mohammed Ahmad Hassan, mengaku mendapat informasi mengenai kegiatan ini melalui pengeras suara yang biasanya mengumandangkan azan.

Pihak masjid mengumumkan stok darah di rumah sakit yang menampung korban bom Gereja St. George berkurang drastis.

Hassan mengatakan, banyak umat Muslim menanggapi pengumuman tersebut dan langsung pergi ke masjid.

Menurutnya, kini kantong-kantong darah sudah dikirimkan ke bank darah dan Rumah Sakit Umum tempat para korban dirawat.

Aksi solidaritas ini menjadi sebuah harapan di tengah ancaman pembantaian umat Kristen yang dikeluarkan oleh kelompok teroris ISIS.

Seorang jurnalis Koptik, Sameh Mahrous, menyebut serangan sebagai bukkti tidak becusnya aparat keamanan.

"Mesir sangat serius memerangi ekstremis, tapi serangan serupa selalu terjadi setiap kali negara meningkatkan pengawasan", ujar Mahrous.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi telah mengumumkan penerapan status darurat negara selama tiga bulan melalui persetujuan parlemen.

Hukum darurat memberikan kuasa lebih kepada polisi dalam melakukan penangkapan, pengawasan, penggerebekan, dan pembatasan ruang gerak. (CNN Indonesia)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.