Seorang komikus yang menggambar untuk Marvel langsung disingkirkan karena menyisipkan angka yang berkaitan dengan Al-Qur'an dan Bela Islam

Komik X-Men Gold #1 mengandung angka Al-Qur'an
Umat Islam Indonesia menunjukkan "taring" sejak Aksi Bela Islam 411 dan 212.

Isu-isu boikot yang diluncurkan secara sporadik di media sosial langsung membuat kalang kabut pelaku ekonomi hingga pelawak.

Seruan 'rush money', boikot bank riba dan boikot Sari Roti, menjadi berita nasional yang membuat kepanikan.

Bahkan, untuk meredakan seruan 'rush money', diperlukan menteri-menteri perekonomian dan peringatan polisi dengan maksud menjelaskan bahayanya bagi sektor riil.

Semua seruan boikot itu menyasar pihak-pihak yang dianggap kontra pada Aksi Bela Islam, atau mereka yang menunjukkan antipati pada tokoh-tokoh GNPF-MUI.

Kini, muncul lagi masalah berkaitan Al-Maidah 51 dan Aksi Bela Islam. Seorang komikus Muslim yang menggambar bagi Marvel disingkirkan karena menyisipkan angka yang berkaitan dengan Al-Qur'an dan Bela Islam.

Ia menggambar karakter Colossus mengenakan kaus putih bertuliskan "QS 5:51" yang tengah bermain baseball, serta angka 212 di sebuah gedung.

Ardian Syaf, nama komikus tersebut. Ia menegaskan nomor-nomor yang disisipkannya memang mengandung arti berkaitan dengan Al-Qur'an.

"Dalam kesempatan terakhir ini, saya ingin memberitahu kalian makna sebenarnya dari angka-angka, 212 dan QS 5:51", kata Ardian.

"Ini adalah nomor yang berarti KEADILAN. Ini adalah nomor yang berarti CINTA. Kecintaan saya terhadap Al-Qur'an... Kecintaan saya terhadap Nabi terakhir yang saya yakini, Rasulullah. Kecintaan saya terhadap ALLAH, Tuhan Yang Maha Esa", jelasnya.

Marvel segera mengambil sikap bara'ah (berlepas diri) terhadap Ardian. Konfirmasi penghentian kerja sama (atau pemecatan) diberikan oleh Ardian sendiri di akun Facebooknya.

Pihak Marvel sebelumnya telah mengindikasikan akan memberi sanksi, bahkan menilai negatif apa yang dilakukan Ardian dalam pesan tersiratnya itu.

Ardian dianggap "menentang" nilai inklusif produk Marvel, atau mewadahi semua nilai dan kelompok.

"Karya tersebut yang ada dalam X-Men Gold #1 dimasukkan tanpa diketahui apa maknanya. Referensi tersirat ini tidak mencerminkan pandangan penulis, editor atau pihak lain di Marvel dan menentang inklusifitas Marvel Comics serta tentang kedudukan X-Men sejak pembuatannya. Gambar ini akan dihapus dari versi digital atau cetaknya. Sanksi mungkin akan diambil", kata Marvel dikutip Comicbook.

Sikap kontra terhadap makna tersirat tulisan "QS 5:51" dan "212" ditunjukkan Marvel. Maka, mungkinkah Marvel pantas mendapatkan apa yang telah "Sari Roti" terima, yaitu aksi boikot?

Perlu diketahui, penggemar komik Marvel di tanah air mungkin masih kurang, namun penonton film-film Marvel Cinematic Universe sangat tinggi di Indonesia.

Tiap film superheronya meraih status box office, dengan omset total puluhan miliar per film. Sebagai contoh 'The Avenger: Age of Ultron', meraup total omset 7,5 juta Dollar.

Bahkan 'Iron Man 3', mendulang 15,3 juta Dollar dari penonton bioskop Indonesia.

Maka jangan remehkan isu boikot, apalagi Muslim Indonesia adalah mayoritas....

Cara memboikot ada 2. Pertama talak 3 dari semua unsur Marvel atau meninggalkan produk hiburan mereka secara total.

Cara kedua adalah meminimalisir pengeluaran uang dari belanja produk hiburan yang terkait Marvel. Misalnya tidak lagi menonton di bioskop dan beralih ke TV kabel yang murah.

Menunggu versi digital yang terlanjur bocor, dan sebagainya.

Tujuan boikot
Setiap boikot harus memiliki pesan yang disampaikan. Marvel harus tahu, jika menyingkirkan Ardian karena dituduh menyelipkan sesuatu yang bertentangan dengan nilai mereka.

Maka umat Muslim yang merupakan konsumennya juga bisa mendukung Ardian dan menyingkirkan Marvel dari daftar hiburan dengan alasan pertentangan nilai.

(Artikel ini ditulis sebagai perimbangan opini, Redaksi)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.