Dalam keterangannya, Muhammadiyah mengutip hasil investigasi PBB, bahwa senjata kimia pernah digunakan Assad

Sikap resmi Muhammadiyah terkait serangan gas kimia di Suriah
Organisasi Islam modernis Indonesia, Muhammadiyah, beberapa hari lalu ikut menyoroti peristiwa penting yang terjadi di Suriah pekan lalu.

Yaitu serangan gas kimia Sarin yang diduga dilakukan Assad dan serangan rudal AS ke pangkalan militer yang diduga kuat asal serangan diluncurkan.

Dalam keterangannya, Muhammadiyah mengutip hasil investigasi PBB, bahwa senjata kimia pernah digunakan Assad dan ISIS.

Berikut isi surat pernyataan Muhammadiyah:

Serangan gas di Kota Khan Sheikhoun, Provinsi Idlib, Suriah yang menewaskan 86 orang, termasuk anak-anak dan perempuan. Hingga kini pelaku peluncuran gas belum bisa diidentifikasi walaupun tudingan diarahkan kepada pemerintah Suriah. Sebelumnya, pemerintah Suriah dianggap bertanggungjawab atas tiga serangan gas dengan menggunakan gas klorin dan ISIS bertanggungjawab atas serangan dengan gas mustar menurut hasil investigasi PBB dan Organisasi Pencegahan Penggunaan Kimia (OPWC) serangan gas merupakan pelanggaran atas hukum internasional yang melarang penggunaan senjata kimia dalam peperangan.

Serangan gas ini menjadi alasan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk meluncurkan rudal Tomhawk ke pangkalan udara Suriah yang menurut AS menjadi basis operasional pesawat Suriah yang serangan gas.  Serangan AS ini telah dianggap melawan kedaulatan Suriah dan pelanggaran hukum dan norma-norma internasional. Hal ini berpotensi memperburuk situasi di Suriah dan dikawasan timur tengah secara keseluruha.

Menyikapi situasi terkini maka, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan sikap sebagai berikut :

1. PP Muhammadiyah mengecam gas yang dilakukan oleh pihak bertikai sehingga mengakibatkan jatuhnya banyak korban tidak berdosa, PP Muhammadiyah juga mendesak PBB untuk melakukan investigasi atas serangan gas ini dan menghukum pelakunya sesuai hukum internasional.

2. PP Muhammadiyah mengecam serangan rudal Tomahawk yang diluncurkan AS ke Suriah. Serangan ini merupakan pelanggaran kedaulatan Suriah dan melanggar hukum internasional. Selain itu, serangan ini hanya akan memperburuk keamanan di Suriah dan terutama akan membuat rakyat Suriah semakin menderita.

3. PP Muhammadiyah mendesak kepada negara-negara adikuasa untuk tidak menjadikan Suriah sebagai arena pertempuran (battlefield) konflik kepentingan negara-negara mereka. Hal demikian hanya akan mengorbankan rakyat Suriah dan mendorong radikalisme dan terorisme.

4. PP Muhammadiyah menyerukan perdamaian kepada semua pihak terkait.

5. PP Muhammadiyah mendorong transisi damai menuju Suriah yang sejahtera, damai, dan bermartabat dengan mediasi PBB dan bukan oleh institusi level negara (unilateral).

Muhammadiyah.or.id
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.