Serangan membunuh seorang ahli bedah ortopedi, membuat 120.000 pasien harus bergantung hanya dengan dua dokter tersisa

RS jadi target
Serangan udara menghantam sebuah rumah sakit di Suriah barat pekan lalu dan menewaskan dua orang, menurut Medecins Sans Frontieres (MSF), Jum'at (31/3).

Selain itu, terdapat bukti penggunaan senjata kimia.

Menurut MSF, bom dijatuhkan dari helikopter dan menghantam pintu masuk rumah sakit kelompok bantuan medis di kota oposisi, Latamneh, provinsi Hama Sabtu pekan lalu.

"Informasi yang dikumpulkan oleh staf medis rumah sakit menunjukkan bahwa senjata kimia telah digunakan", ujarnya dalam sebuah pernyataan.

"Segera setelah meledak, pasien dan staf dilaporkan menderita gangguan pernapasan dan pembakaran selaput lendir. Gejala ini kerap muncul akibat serangan bahan kimia"

Otoritas kesehatan Hama menuduh serangan dilakukan oleh milter Assad. Rezim membantah menyerang rumah sakit dan mengklaim hanya menargetkan militan.

Sumber medis itu mengatakan, serangan membuat rumah sakit tidak dapat beroperasi selama tiga hari. Saat ini ruang gawat darurat sudah dibuka kembali.

Serangan menewaskan seorang ahli bedah ortopedi, membuat 120.000 pasien harus bergantung hanya dengan dua dokter tersisa.

Jet telah banyak menyerang daerah oposisi di pedesaan Hama pekan ini.

Kelompok pemantau SOHR melaporkan peningkatan serangan telah membuat 50 orang jadi korban selama beberapa hari terakhir.

Serangan udara di kota Latamneh, Kamis (30/3) juga menyebabkan beberapa orang tersedak, ungkap SOHR dan dokter. Menurut mereka, ini adalah tanda serangan gas kimia.

Abdallah Darwish, kepala otoritas kesehatan di daerah oposisi Hama, menyebut serangan itu menyebabkan "iritasi, mulut berbusa dan ada pembesaran pupil".

Sumber militer Suriah lagi-lagi membantah serangan hari Kamis.

"Tentara tidak, tidak akan, dan tidak perlu menggunakan senjata-senjata ini", klaim sumber itu.

Sebuah penyelidikan bersama dari PBB dan pengawas senjata kimia global sebelumnya telah menemukan pasukan Assad menggunakan serangan gas beracun.

Dimana Damaskus berulang kali membantah menggunakan senjata terlarang, meski laporan lapangan menegaskan berbagai gas kimia dilepar dari helikopter. (Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.