Di tengah kekerasan aparat India dengan warga Muslim, PM India umbar janji majukan Kashmir melebihi Pakistan

Perdana Menteri India Narendra Modi (Reuters)
Perdana Menteri India Narendra Modi mendesak pemuda Kashmir untuk memilih pengembangan pariwisata daripada "terorisme", merujuk gerakan separatisme Muslim terhadap New Delhi.

Ia berbicara tak lama setelah meresmikan terowongan jalan raya di utara Jammu Kashmir senilai 37.2 miliar rupee ($ 574.000.000).

"Sementara pemuda Kashmir sibuk membangun, beberapa pemuda lain menghancurkan terowongan ini", katanya.

Modi mengacu pada kerusuhan yang diikuti serangan pasukan keamanan. Insiden itu menewaskan pemimpin militan Burhan Wani, Juli lalu.

Kekerasan menyebabkan 84 warga sipil tewas dan lebih dari 12.000 warga dan pasukan keamanan terluka.

Korban biasanya timbul saat pasukan keamanan menembaki warga dalam aksi demo.

Selain meningkatkan keamanan, pemerintah Modi mencoba merayu penduduk setempat dengan berbagai janji, seperti investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pembangunan infrastruktur.

Modi mengatakan, terowongan baru tersebut bisa membantu petani wilayah membawa produk ke ibukota dalam waktu singkat. Terowongan juga akan berguna mendongkrak potensi pariwisata.

Siaran pers pemerintah mengatakan, proyek itu "telah memberikan lapangan kerja bagi lebih dari 2.000 pemuda terampil dari Jammu dan Kashmir ... "

"Kami memiliki rencana untuk membuat sembilan terowongan serupa di negara bagian", ujar Modi, yang menurutnya akan lebih banyak membuka lowongan pekerjaan.

India dan Pakistan mengklaim Kashmir dan memerintah bagian yang berbeda.

Modi mengatakan, pemerintah dan rakyat di negara bagiannya akan membuat "orang-orang di sisi lain Kashmir” (milik Pakistan) akan tertinggal dalam pertumbuhan dan pembangunan.

Faksi separatis Kashmir menentang kunjungan Modi.

Sekitar satu jam setelah pidato tersebut, seorang polisi tewas dan tujuh lainnya luka-luka akibat serangan granat dari militan di Nowhetta, daerah Srinagar. (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.