Milisi Houthi menggerebek hotel tempat menginap tim kemanusiaan di provinsi Ibb, membawa relawan ke penjara

Ilustrasi seorang anak di Taiz kehilangan sekolahnya yang dibom pemberontak Syi'ah
Pejabat keamanan Yaman menyebut pemberontak Houthi menahan tujuh karyawan medis dari International Medical Corps karena dicurigai sebagai mata-mata intelijen asing.

Milisi Houthi menggerebek hotel tempat menginap tim kemanusiaan di provinsi Ibb, membawa relawan ke penjara milik mereka di Sana'a.

International Medical Corps terus bekerja di Yaman di tengah perang, termasuk berupaya menembus hingga ke wilayah Houthi.

“Konflik yang sedang berlangsung menyebabkan penurunan kondisi kemanusiaan di seluruh negara itu sejak 2015, upaya kami untuk membantu memberikan kelangsungan hidup bagi keluarga di beberapa kota Yaman", kata Rebecca Gustafson, juru bicara IMC.

Menurut media Arab, pemberontak Houthi telah dicegat 63 kapal dan 223 konvoi yang membawa bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah di bawah kendalinya.

Mereka merebut kapal bantuan segera setelah merapat di pelabuhan Hudaidah dan Salif, diduga kuat untuk mengalihkan pasokan bagi para petempur yang melawan pemerintah Yaman.

Ratusan truk pengangkut obat-obatan penting, tenda dan makanan ke wilayah yang dikuasai pemberontak Syi'ah juga dijarah dan dijual di pasar gelap. (Gulfnews)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.