Pemerintah nasional Libya meminta bantuan internasional dari ancaman Khalifa Haftar

Perdana Menteri Libya dukungan PBB, Fayez al-Sarraj (Arab News)
Pemerintah persatuan Libya meminta "intervensi mendesak” dari masyarakat internasional untuk mengakhiri peningkatan aksi militer di daerah selatan.

Mereka khawatir dan memperingatkan adanya kemungkinan “perang saudara.”

Dengan dukungan PBB, milisi sekutu pemerintah berjuang selama lebih dari seminggu melawan pasukan oposisi yang mencoba ambil alih pangkalan udara di wilayah selatan.

“Kami meminta anda mengambil sikap tegas berkaitan dengan eskalasi ini dan kami akan mendukung semua keputusan untuk membangun kembali keamanan dan stabilitas di Libya", tulis kepala GNA Fayez Al-Sarraj dalam surat yang diterbitkan Sabtu (15/4) kemarin.

Situasi yang mengkhawatirkan ini membuat Sarraj melayangkan surat terbuka yang ditujukan pada Uni Eropa, PBB, Liga Arab dan lainnya.

Isinya tak lain adalah seruan “intervensi mendesak” dari masyarakat internasional “untuk akhiri memburuknya situasi di Libya selatan".

Namun dalam surat tersebut, Sarraj tidak menentukan bentuk intervensinya.

Bentrokan meletus pekan lalu setelah Tentara Nasional Libya (LNA) berusaha merebut pangkalan udara Tamenhant dari milisi dukungan GNA.

LNA dipimpin oleh Marshal Khalifa Haftar dan pasukan loyalis kubu Timur.

“Eskalasi ini tiba-tiba dan tidak bisa dibenarkan ...
menempatkan negara di ambang perang saudara", ujar Sarraj.

GNA, yang tidak diakui oleh Haftar maupun Parlemen timur, telah mengumumkan serangan balik terhadap LNA.

GNA lahir dari kesepakatan yang ditengahi PBB pada akhir tahun 2015.

Mereka berjuang untuk menegaskan otoritas nasional sejak memerintah di Tripoli Maret tahun lalu.

Libya didera oleh kekacauan sejak pemberontakan 2011 yang berhasil menggulingkan dan membunuh diktator Muammar Khaddafi.

Milisi saingan dan otoritas berlomba-lomba memiliki kontrol atas negara kaya minyak ini.

Khalifa Haftar juga berperang dengan kubu Islamis.

Haftar merupakan tokoh buangan di era Khaddafi karena dianggap sebagai antek CIA. (Arabnews)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.