Rezim Assad melakukan serangan klorin di kota al-Habit pada malam hari

Ilustrasi (AA)
Rezim Suriah melakukan serangan gas klorin di provinsi Idlib, Suriah. Serangan berdampak bagi sekitar 20 warga sipil setempat, menurut juru bicara faksi FSA Jaisyul Nasr, Mohamed Rashid.

"Rezim Assad melakukan serangan klorin di kota al-Habit pada malam hari. Kami saat ini sedang berada di TKP. Sekitar 20 warga sipil terkena (dampak) serangan", ujar Rashid, Senin (3/4).

Menurutnya, rezim Assad melakukan 26 serangan udara, termasuk bom Birmil berklorin.

Korban yang terpapar gas beracun berjatuhan dan segera dilarikan ke rumah sakit setempat.

Lima hari sebelumnya, helikopter Assad menargetkan kota al-Latamina, Hama utara, juga dengan bom Birmil pembawa gas klorin. Menyebabkan dua orang tewas dan sedikitnya 30 orang teracun gas.

Gas klorin menjadi entitas yang sulit dikontrol karena bahannya sangat mudah didapat.

Berbeda dengan jenis senjata kimia lain, unsur klorin banyak digunakan dalam industri sehari-hari.

Panel investigasi PBB telah mengungkap fakta pihak-pihak di perang Suriah menggunakan senjata kimia pada tahun 2014 dan 2015.

Namun, belum ada langkah tindak lanjut mengenai hal itu.

Gas klorin merupakan salah satu senyawa yang dilarang oleh perjanjian internasional larangan senjata kimia.

Paparan gas berdosis tinggi dapat menyebabkan kematian. Saluran paru mengalami kerusakan, terjadi penumpukan cairan parah akibat gas klorin yang menjadi asam klorida. (Anadolu Agency)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.