Sejumlah penembakan dilakukan oleh polisi di jalan raya yang menewaskan warga sipil

Kapolri Jenderal Tito Karnavian
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengingatkan seluruh jajarannya agar berbenah, terutama dalam menggunakan kewenangan diskresi atau kebebasan mengambil keputusan sebagai anggota kepolisian.

Dua insiden salah tembak polisi dengan korban warga sipil terjadi dalam sebulan terakhir.

Penembakan di Jalan Fatmawati, Lubuk Linggau, Sumatera Selatan dan Jalan Sumatra 5, Kelurahan Sukamerindu, Kecamatan Teluk, Bengkulu.

Mengingat insiden sangat serius, Tito mengatakan, "Jangan dianggap biasa, jadikan evaluasi bahwa kewenangan diskresi di kalangan bawah belum sepenuhnya dipahami", ujarnya di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jum'at (28/4).

Di depan sejumlah Kapolda yang baru dilantik, dengan tegas Tito meminta seluruh anggota agar terus diberikan latihan penggunaan diskresi.

Misalnya dengan rajin membuat skenario atau situasi yang memaksa anggota menggunakan kewenangan diskresinya.

"Penting pertama adalah kemampuan menilai, kedua menentukan opsi tindakan, ketiga mengambil keputusan agar bisa menjaga kepentingan umum", ucap Tito.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu memastikan, pihaknya akan memberikan penghargaan kepada anggota yang bisa mengendalikan kewenangan diskresi dengan baik. Namun bila tidak, maka sebaliknya akan diperoleh.

"Yang terjadi, kaki kanan di kuburan, kaki kiri di penjara. Selain itu bisa berdampak internal dan eksternal, bahkan pidana", terang Kapolri Tito Karnavian. (Liputan6)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.