Dalam video iklan kampanye terdakwa kasus penista agama, Ahok, orang-orang berpakaian santri diceritakan rasis dan "anti Cina"

Scene iklan politik Ahok: Massa berpakaian Islamis digambarkan ingin "mengganyang Cina"
Muatan propaganda di iklan kampanye calon gubernur DKI Jakarta yang juga terdakwa penista agama, Basuki alias Ahok, dinilai netizen Muslim sarat unsur SARA dan mengadu domba.

Iklan berdurasi 2 menit itu dimulai dengan kondisi mencekam dua wanita di dalam mobil yang terjebak sebuah chaos.

Tapi yang jadi kontroversi adalah scene stelahnya, dimana sekelompok orang berpakaian Islami, dengan peci, sarung dan sorban digambarkan "sangat jahat".

Mereka membawa spanduk bertulis "ganyang Cina".


Netizen menyayangkan muatan iklan yang mengambil tema #BeragamItuBasukiDjarot, karena menjatuhkan sosok-sosok dengan penampilan Islami, tapi mempropagandakan pemilih Ahok-Djarot 'lah yang paling "Pancasilais" dan "Berbhineka".

"...Barusan nonton iklan kampanye Ahok-Jarot yang berdurasi 2 menit. Cuma mau bilang, siapapun kalian yang terlibat menuangkan ide dan ikut dalam pembuatan iklan itu, kalian sangat hina.

Saya bukan warga DKI dan tidak ada urusan dengan Pilkada yang kalian kampanyekan. Tapi menyimbolkan kelompokmu dengan kebhinnekaan dan kelompok Islam yang bersorban sebagai perusuh betul betul sangat menghina. Kalianlah provokator perusak toleransi yang sesungguhnya. 

Kedunguan jangan dipelihara!

Di kehidupan nyata maupun di media sosial saya banyak berkawan dan berinteraksi dengan kolega dan rekan kerja yang berbeda suku agama dan ras, tapi tidak pernah saling memprovokasi seperti dalam iklan yang kalian buat. Saya yakin kalian ini hanya segelintir orang-orang picik yang menjual ketakutan dan perpecahan untuk meraih kekuasaan...", tulis seorang netizen berakun Pasyah Rir, muncul dalam trending pencarian Facebook tentang 'iklan Ahok'.

Iklan Ahok juga dianggap mengadu domba elemen bangsa.

Dimana sosok Islami atau pribumi diceritakan "anarkis", "anti Cina" dan "rasis", sementara sosok keturunan Chinese diceritakan sangat baik (sebagai atlet Bulutangkis) sekaligus korban.

Sebaliknya, netizen-netizen pendukung Ahok mengaku terharu dengan narasi iklan itu. Mereka meyakini Ahok-Djarot adalah pasangan yang merepresentasikan "keberagaman".

Inilah penggalan narasi yang digunakan dalam iklan kampanye agar memilih Ahok:

"Saudara-saudaraku seluruh warga Jakarta, waktu sudah mulai mendekat.

Jadilah bagian dari pelaku sejarah ini dan akan kita tunjukkan bahwa negara Pancasila benar-benar hadir di Jakarta.

Kita juga akan tunjukkan bahwa Bhinneka Tunggal Ika benar-benar bukan hanya jargon tapi sudah membumi di Jakarta.....
"
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.