Laporan mendokumentasikan 5092 kasus pelanggaran. 4882 adalah penangkapan sewenang-wenang dan 210 kasus penculikan paksa

Ilustrasi militan Syi'ah Houthi di ibukota Sana'a
Milisi Syi'ah Houthi dan loyalis mantan diktator Abdullah Saleh melakukan pelanggaran terhadap rakyat Yaman, ungkap Koalisi Pemantau Pelanggaran Hak Asasi Manusia Yaman (YCMHR) dalam laporan tahunan.

Pelanggaran ini termasuk penangkapan sewenang-wenang dan penculikan warga sipil, antara 1 Januari hingga 31 Desember 2016.

Laporan ini mendokumentasikan 5092 kasus pelanggaran. 4882 diantaranya adalah penangkapan sewenang-wenang dan 210 kasus penculikan paksa.

Sebagian besar pelanggaran dilakukan oleh Houthi dan loyalis Saleh, yaitu sekitar 4.841 kasus, atau 95 persen total pelanggaran.

Sementara, otoritas keamanan pemerintah sah Yaman "hanya" melakukan 124 pelanggaran.

Laporan mengungkap, penangkapan dan penculikan di luar hukum oleh milisi Houthi menyasar berbagai anggota kelompok masyarakat, termasuk anak-anak dan perempuan.

Menurut statistik, ibukota Sana'a mengalami pelanggaran terbesar, yaitu mencapai 693 kasus.

Kota al-Baydah ada di posisi kedua, dengan jumlah kasus sebanyak 655, diikuti oleh kota Ibb, dengan 539 pelanggaran.

Penangkapan sewenang-wenang dan penculikan juga dialami kaum wanita. Terdapat 20 kasus pelecehan yang tercatat.

Selama 2016, anak-anak Yaman pun turut menjadi sasaran pelanggaran.

Tim pemantauan lapangan YCMHR mendokumentasikan 118 kasus kekerasan terhadap anak dan tiga kasus penghilangan paksa anak.

Politisi adalah kalangan masyarakat yang paling rentan penangkapan atau penghilangan paksa. Menurut laporan, 1.032 pelanggaran dialami politisi.

Aktivis dan pembela hak asasi manusia jadi sasaran pelanggaran di peringkat ketiga, dengan jumlah kasus sebanyak 702. (Arabnews)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.