Tiga polisi wanita Mesir tewas dalam serangan bom bunuh diri di dua Gereja Koptik

salah satu korban serangan gereja, Brigjen. Jenderal Nagwa Al-Haggar (Arab News)
Tiga polisi wanita Mesir tewas dalam serangan bom Minggu (9/4) kemarin di dua Gereja Koptik.

Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan, korban bernama Brigjen. Jenderal Nagwa Al-Haggar (53) meninggal heroik saat berusaha membantu mencegah pelaku bom bunuh diri memasuki Gereja St Mark di Alexandria.

Bom membunuh Al-Haggar dan Mayor Emad Al-Rakaybi.

Kedua polwan lainnya, Asmaa Hussein dan Omneya Roshdy, menjadi korban diantara tujuh polisi tewas, hari Senin.

Sersan Asmaa Mohamed, rekan Hussein dan Roshdy, mengatakan bahwa salah salah satu temannya berencana menikah bulan depan, dan satu lagi meninggalkan dua anak perempuan.

Rincian tentang kematian dua petugas perempuan ini belum dipublikasi.

Sebuah sumber keamanan mengatakan bahwa Al-Haggar “adalah polisi wanita pertama yang terbunuh dalam tugas kepolisian dalam sejarah Kementerian Dalam Negeri”.

Selama beberapa tahun, Al-Haggar bekerja di Departemen Izin Kerja, Direktorat Keamanan Alexandria. Pekerjaannya disana minim resiko. Namun, ia dipanggil untuk mengamankan Gereja St. Mark di Alexandria pada Minggu kemarin.

Al-Haggar ditugaskan memeriksa orang yang masuk gereja dan menjaga keamanan jemaat dalam layanan Minggu Palma.

Al-Haggar sedang melakukan inspeksi ketika mengamati Mayor Al-Rakaybi dan petugas polisi lainnya berjuang menghalau seorang pria yang mencoba masuk ke gereja.

Al-Haggar berlari ke Al-Rakaybi untuk membantunya, namun teroris segera meledakkan bom, membunuh Al-Haggar, Al-Rakaybi dan petugas lainnya.

Foto diri al-Haggar dan Al-Rakaybi diposting di halaman Facebook resmi Kementerian Dalam Negeri Mesir dengan keterangan:

“Ketika teroris itu tertahan oleh pasukan keamanan, ia meledakkan dirinya bersama anggota dinas keamanan yang ditunjuk luar gereja, mengakibatkan gugurnya sejumlah petugas polisi dari Direktorat Keamanan Alexandria”

Polisi lainnya yang tewas dalam serangan adalah Essam Adeeb, Mohamed Ibrahim dan Mohamed Hassan.

Al-Haggar berasal dari keluarga polisi. Ia menikah dengan seorang mayor jenderal dan memiliki anak yang sudah menjadi kapten.

Tahun lalu, Al-Haggar kehilangan seorang putra, Mahab Ezz, mahasiswa di Akademi Kepolisian. Mahab meninggal karena serangan jantung.

ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan gereja minggu ini.

Militan ultra ekstremis di Mesir menargetkan masyarakat Kristen Koptik, minoritas etno-religius terbesar di Mesir dan terdiri dari 10 persen populasi penduduk.

Awal tahun ini, ISIS merilis sebuah video, berisi sumpah "untuk membebaskan tahanan Kairo".

"Untuk saudara-saudara saya di tahanan, bersukacitalah kalian yang beriman. Jangan goyah atau berduka. Saya bersumpah demi Tuhan kami akan segera membebaskan Kairo dan membebaskan Anda dari tahanan. Kami akan datang membawa bahan peledak" (Arabnews)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.