Setelah serangan gas kimia rezim Assad, Rusia mendapat tekanan dari Barat, apa itu...

Pertemuan G7 di Italia dihadiri oleh Menlu AS, Jerman, Kanada, Itali, Perancis, Inggris, dan Jepang. (Arab News)
Menteri luar negeri dari negara-negara industri “Kelompok Tujuh” (G7) berkumpul pada Senin (10/4) membahas urgensi serangan kimia di Suriah dan respon militer AS.

Mereka ingin menekan Rusia agar mencabut dukungannya bagi Basyar al-Assad.

Pekan lalu, serangan gas saraf terjadi di kota oposisi, Khan Syeikhun, Idlib dan menewaskan 89 orang, termasuk 33 anak-anak.

Presiden AS Donald Trump mengutuk insiden ini dan serangan rudal dilancarkan secara langsung untuk pertama kalinya.

Sebanyak 59 rudal Tomahawk ditembakkan oleh kapal perang AS di laut Mediterania menuju pangkalan udara Shayrat yang diyakini sebagai tempat asal peluncuran serangan kimia.

Menlu AS Rex Tillerson pada Senin mengatakan, AS hanya ingin menuntut pihak-pihak yang melakukan kejahatan terhadap korban tak bersalah.

Serangan kimia membuat hubungan antara Barat dan Moskow “mendingin”, karena Rusia menyangkal penggunaan senjata kimia itu oleh rezim Suriah.

Juru bicara Menlu Jerman, Sigmar Gabriel, di Berlin menyatakan Rusia akan mengajukan proposal penyelidikan independen dan berimbang.

Jerman melihat itikad ini sebagai “pertanda baik dan penting”.

Rusia ditendang keluar dari G-7 (sebelumnya G-8) setelah mencaplok wilayah Krimea dan memberi bantuan pada kelompok separatis pro-Rusia di Ukraina timur pada 2014 lalu.

Menlu Inggris Boris Johnson membatalkan kunjungannya ke Moskow untuk bertemu Menlu Rusia Sergey Lavrov yang dijadwalkan sebelum pertemuan G7.

Menurutnya, serangan kimia telah “mengubah situasi fundamental”.

Sebaliknya, Johnson memilih bergabung dengan AS dan negara G-7 lainnya dengan tujuan “membangun dukungan internasional yang terkoordinasi bagi gencatan senjata dan proses politik” di Suriah.

Pasca serangan kimia, Trump menyatakan sikapnya terhadap Assad "berubah drastis". Sementara Tillerson menyatakan koalisi sedang berupaya menendang Assad dari jabatannya.

Lain bagi Menlu Italia Angelino Alfano, ia masih berhati-hati terhadap ide menggulingkan Assad dari jabatan. Menurutnya, keputusan harus diserahkan ke tangan rakyat Suriah. (Arabnews)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.