Bukti kimia gas sarin ditemukan dari dalam tubuh korban serangan kimia Idlib

Korban serangan bom kimia di kota Khan Sheikhoun, provinsi Idlib, termasuk sipil dan anak-anak (AA).
Bukti konkret penggunaan gas sarin dalam serangan Idlib 4 April, kemarin telah ditemukan, menurut Menteri Kesehatan Turki Recep Akdag, Selasa (11/4).

“Gas Sarin metabolit, asam methylphosphonic isopropil, telah terdeteksi di sampel darah dan urin para korban Suriah..... Saat ini mereka mendapat perawatan medis di Hatay”, ujar Akdag.

Akdag mengatakan, bukti ini dikonfirmasi oleh Laboratorium Diagnosis dan Verifikasi Agen Senjata Kimia milik Lembaga Kesehatan Masyarakat.

“Laboratorium kami mengidentifikasi metabolit dari agen senjata kimia ini, yaitu gas sarin, dalam urin warga Suriah bernama Sait Hussein, yang saat ini sudah meninggal, dengan menggunakan dua metode berbeda”, jelas Akdag.

“Laboratorium kami membuat deteksi sesuai dengan standar Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), dan menemukan bahwa gas sarin telah digunakan di Suriah”, lanjutnya.

Serangan kimia yang diduga kuat dari pasukan rezim Suriah menewaskan hampir 100 warga sipil di wilayah oposisi, kota Khan Syeikhun.

Sehari setelah serangan, Turki mengundang ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk bersama menyelidiki serangan kimia.

Para pejabat WHO tiba di provinsi Adana untuk melaksanakan otopsi tiga mayat warga Suriah di Lembaga Kedokteran Forensik Adana.

Hari Selasa, pejabat Gedung Putih juga menegaskan gejala korban serangan di Khan Syeikhun serupa dengan gejala ‘terpapar sarin’.

“Kami melihat adanya gejala miosis, buih di hidung atau mulut, dan kejang. Semua itu serupa dengan serangan agen saraf", ujar sumber itu. (Anadolu Agency)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.