Pasar saham dan nilai tukar mata uang Turki bergairah setelah Erdogan memenangi referendum konstitusi presidensial

Ilustrasi (Arab News)
Saham Turki dan mata uang lLra menguat pada Senin (17/4) setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan menang tipis dalam referendum perubahan konstitusi.

Investor berharap, hasil ini akan membawa stabilitas.

Lira diperdagangkan dengan harga 3,67 terhadap dolar AS, melompat 1,6 persen dari sebelumnya.

Sejak awal tahun ini, Lira kehilangan empat persen nilai terhadap greenback karena situasi politik.

Banyak investor bertaruh untuk kemenangan “Ya” karena dipandang sebagai cara terbaik memulihkan stabilitas ekonomi dan politik.

Bursa Istanbul juga naik 0,74 persen segera setelah pasar dibuka. Saham naik sebesar 0,6 persen.

“Pasar sepertinya senang dengan kelanjutan stabilitas, menurunkan kemungkinan pemilu ulang dan panggilan darurat referendum yang mungkin tidak ramah terhadap pergerakan pasar", ujar Ozgur Altug, kepala ekonom di BGC Partners yang berbasis di Istanbul.

Namun, Altug mengingatkan agar tidak berharap banyak selain "ucapan selamat".

Hasil tipis yang akan digugat oleh oposisi masih dapat menyebabkan kekhawatiran atas ketidakstabilan politik.

Turki tetap memasang status darurat negara untuk tiga bulan ke depan.

Ini adalah perpanjangan ketiga sejak status tersebut ditetapkan pasca usaha kudeta gagal Juli tahun lalu.

Selain itu, dalam 18 bulan terakhir, Turki banyak menghadapi serangan teror, baik dari ISIS, PKK, maupun intervensi di Suriah.

Sistem presidensial dianggap dapat menguatkan peran presiden dalam menghadapi berbagai ancaman teror ini. (Arabnews)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.