Kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, Erdogan berkata bahwa: “Serangan seperti ini biadab dan tidak dapat diterima”

anak-anak juga terpapar gas mematikan dari serangan yang baru terjadi di Idlib (Orient News)
Pesawat tempur rezim Suriah menjatuhkan bom bergas beracun di Khan Syeikhun, provinsi Idlib, Selasa (4/4) pagi pukul 06:26 waktu setempat. Wilayah ini dikontrol oleh pihak oposisi Sunni.

Hitungan korban maksimal mencapai 100 warga sipil yang tewas akibat gas kimia, dan ratusan lainnya menderita keracunan.

Reaksi serangan tersebut seketika bermunculan. Perancis dan Inggris menuntut pertemuan darurat di Dewan Keamanan PBB.

Presiden Francois Hollande mengecam serangan biadab ini. Hollande menyerukan pihak-pihak yang mendukung rezim Assad sebaiknya memikirkan kembali risiko tanggung jawab politik, strategis, dan moralnya.

Sedangkan Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson, mengatakan jika rezim Assad terbukti melakukan serangan kimia maka tidak diragukan lagi ini adalah kejahatan perang dan "mereka harus dimintai pertanggung jawaban".

Sementara itu, Juru bicara Presiden AS Donald Trump, Sean Spicer mengecam serangan itu sebagai tindakan "tercela dan tidak dapat dibiarkan".

AS yakin Assad bertanggung jawab atas serangan kimia, menurut Spicer.

Lain lagi dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, ia berkata bahwa: “Serangan seperti ini biadab dan tidak dapat diterima”

“Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan harus ada hukumannya. Tapi saya yakin, dunia Barat yang selalu mengajarkan hak asasi manusia akan diam saja ketika pelanggaran (seperti ini) terjadi dan mencoba menutupinya", ujar Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, sambil mengkritik Barat.

Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri, menyeru masyarakat internasional agar berusaha bersama-sama mengakhiri kejahatan kemanusiaan di Suriah.

“Kecaman saja tidak cukup dalam menghadapi pembantaian oleh rezim Suriah”, ujar Hariri melalui akun media sosialnya.

“Masyarakat internasional harus memikul tanggung jawab mengakhiri kejahatan terhadap kemanusiaan di Suriah, bukannya menghitung korban anak, orang tua dan orang tak berdosa yang mati oleh gas sarin”, tandasnya. (Orient-news)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.