Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, meminta Rusia mencabut dukungannya bagi rezim Suriah

Putin dan Erdogan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, meminta Rusia mempertimbangkan lagi dukungannya bagi rezim Suriah menyusul serangan senjata kimia di Idlib, Selasa (4/4).

Ia juga mengomentari serangan rudal AS ke pangkalan Assad yang diduga merupakan tempat asal serangan kimia.

“Jadi harapan kami bahwa (serangan rudal) ini tidak hanya terbatas dari tindakan AS”, kata Erdogan, menanggapi serangan kimia sekaligus peta konflik lebih luas.

“Kami berharap Rusia terlibat juga, (atau) setidaknya mereka berhenti membela Assad”, lanjutnya.

Erdogan menyambut baik pernyataan Moskow baru-baru ini, bahwa "tidak mungkin ada dukungan tanpa syarat untuk rezim Assad".

"Tapi mari kita mempercepatnya. Mari kita singkirkan penjahat ini", pintanya.

Menurutnya, rezim Suriah tidak diragukan lagi memiliki senjata kimia dan secara mencolok mengebomi warga sipil, sebagaimana yang "tercatat dalam radar".

Erdogan mengatakan, penggunaan gas saraf terbukti selama penanganan korban senjata kimia yang dirawat Turki, hal itu juga sudah dibawa ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Ia juga menekankan, ada atau tidaknya serangan kimia, korban Assad dalam perang Suriah sudah sangat banyak. (Anadolu Agency)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.